Jumat, 01 Agustus 2008

Aroma Walet

Berbagai cara digunakan oleh pembudidaya datau peternak walet untuk memikat walet. Cara yang digunakan antara lain: dengan menggunakan CD suara walet, menyediakan makanan berupa serangga terbang dan aroma.

Aroma merupakan salah satu bagian dari KACASUSU (Kelembapan Aroma CAhaya SUhu dan SUara), namun sebagian orang tidak memercayai bahwa aroma diperlukan dan dapat dipergunakan agar burung walet segera tinggal atau menginap di rumah burung walet.

Suara panggil dipergunakan untuk menarik burung walet menuju ke lubang masuk dan suara dalam atau suara inap dipergunakan agar burung walet yang terpancing atau terpikat merasa rumah burung walet tersebut telah dihuni oleh burung-burung walet lainnya. Agar burung walet merasa bahwa rumah burung tersebut telah dihuni oleh burung-burung walet, tentunya rumah burung tersebut mempunyai aroma atau berbau burung walet.

Bau burung walet bisa juga karena kotoran burung walet yang baunya khas atau bau khas liur burung walet di nesting plank. Dengan adanya aroma di nesting plank yang serupa atau menyerupai bau burung walet maka burung walet yang terpikat akan segera tinggal dan membangun sarangnya di rumah burung walet tersebut, jika suhu dan kelembapan udara telah terpenuhi.

Aroma walet dibagi menjadi dua yaitu untuk dinding dan untuk nesting plank. Aroma diyakini dapat merangsang burung untuk segera tinggal atau menginap di rumah burung dan membuat sarang.

Tidak ada komentar: