Jumat, 08 Agustus 2008

Migrasi Burung Walet

Migrasi burung walet dapat terjadi karena beberapa sebab:

-. adanya gangguan oleh predator.

-. kesalahan dalam renovasi RBW, nesting plank rusak / roboh, RBW terbakar atau roboh.

-. adanya kebakaran hutan.

-. menipis atau berkurangnya makanan.

Hal-hal tersebut di atas mengakibatkan burung-burung walet hijrah atau pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Dan sebagai makluk hidup dan demi kelangsungan hidupnya serta untuk generasi berikutnya burung walet akan menuju ke suatu tempat yang menyediakan pakan yang cukup. Maka tidaklah heran bilamana di daerah-daerah lintasan, yaitu antara sentra walet dengan daerah buruan, yang beberapa tahun lalu tidak ada rumah burung walet sekarang menjadi sentra walet. Yang dulunya hanya ada sriti sekarang telah mulai dihuni oleh burung walet juga.

Kenapa hal ini dapat terjadi?

Sebagaimana saya sampaikan bahwa sebagai makluk hidup, burung walet mempunyai instink untuk mempertahankan hidupnya dan juga membutuhkan makanan yang cukup untuk dirinya sendiri dan keturunannya. Sebagai gambaran, rumah burung walet berada di kota. Burung walet akan mencari makan ke daerah-daerah yang ada serangganya dan burung walet harus menempuh perjalanan sejauh 20 km ke tempat tersebut. Di daerah perburuan tidak ada rumah yang dapat menjadi tempat tinggalnya, maka burung-burung walet tersebut kembali ke rumahnya yang di kota. Namun bila di daerah perburuan atau daerah yang dilintasinya ada rumah yang dapat menjadi tempat tinggalnya (mikro klimat memadai), maka tidak heran bila suatu saat burung walet akan tinggal di rumah tersebut. Hal ini masuk akal, kitapun juga akan berbuat yang sama, ngapain jauh-jauh ke Jakarta cari makan kalau di desa tersedia banyak kerjaan dan bisa makan?? Ngapain harus tinggal di Yogyakarta kalau cari makannya di Jakarta,  capekkk deh...  mendingan tinggal di Jakarta walupun indekost.... seminggu sekali baru pulang untuk "bill air" he he he.... nggak berat diongkos...

Burung waletpun demikian, dia akan tinggal di rumah yang daerahnya banyak makanannya, tidak capek-capek untuk mendapatkan makanan, bisa pulang pergi berkali-kali menyuapi anaknya atau tidak terlalu lama mencari makan dan kembali lagi dengan cepat untuk mengerami telurnya. So...., cari lokasi yang bagus untuk RBW... jangan selalu mikir maunya buat RBW di kota saja... Semangka, mangga, pisang, jambu... dibawa dari desa ke kota... di sana banyak pembelinya.... , mau berebut burung walet di kota?? Monggo kerso mas...

Demikian juga bila ada gangguan di tempat tinggalnya semula. Burung walet akan hijrah dari gua atau RBW nya ke gua atau RBW lainnya. Sama dengan kita manusia. Walau ada pepatah "Lebih Enak Tinggal di Negeri Sendiri walaupun hujan batu dari pada tinggal di negeri orang yang hujan emas". Kalau saya sih pilih tinggal di negeri orang yang hujan emas rek..., pemain dan pelatih bulu tangkis kita yang migrasi ke Singapura berapa banyak.... enak hidup di negeri orang, gaji atau honorarium lebih tinggi dibandingkan di sini, keamanan lebih terjamin, kesejahteraan lebih bagus, dikasi Citizen lagi... he he he... siapa yang nggak mau migrasi ke sana kalau semuanya lebihhhhhh baik... Nggak NASIONALIS deh kita... he he he... CINTA DATANG DARI PERUT... DEMI PERUT AKU RELA UNTUK MIGRASI...

Tidak ada komentar: