Selasa, 26 Agustus 2008

Banyak Potensi di Lunyuk layak dikembangkan dan dilestarikan

Kecamtan Lunyuk, di bagian Selatan Sumbawa,memiliki berbagai potensi yang layak dikembangkan, di antaranya pariwisata sejarah berupa gua-gua peninggalan jepang, sumber daya alam laut dan pertanian hingga sarang burung walet berkualitas tinggi.
Camat Lunyuk Arief Usman S.Sos kepada Gaung NTB di Wisma Daerah kemarin menyebutkan, salah satu sumber daya alam yang musti dilestarikan masyarakat adalah potensi produksi telur penyu yang telah mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam menunjangn pendapatan masyarakat setempat, khususnya bagi mereka yang mendiami kawasan pantai selatan.
Menurutnya, jika masyarakat mengabaikan pelestarian dengan segala aspeknya, maka pendapatan masyarakat dari hasil penjualan telur-telur penyu lambat laun akan menurun bahkan berkurang.
Di pantai Lunyuk, katanya, musim berburu telur memuncak pada musim air laut pasang (Juni hingga Agustus)."Pada periode ini telur penyu yang diperoleh masyarakat bisa mencapai 900-1000 butir, dengan harga Rp 10.000 per butir.

Begitu pula dengan potensi sarang burung walet yang kini kuasa pengelolaannya dipercayakan oleh pemda kepada Perusda Sumbawa selama 3 tahun (2006-2008), menurut Arief Usman, tidak boleh mengabaikan pelestariannya.
"Perusda harus tetap menerapkan pola pelestarian dengan tidak melakukan panen berlebihan sehingga ada kesempatan bagi burung walet untuk berkembang."
Sarang burung walet di Gua LiangTana Mate dipanen 3-4 kali setahun dengan total produksi hampir 100 kg selain mampu memberikan kontribusi bagi PAD, juga kontribusi bagi sejumlah desa serta juga telah mampu menyerap puluhan tenaga kerja setempat Namun, ia mengharapkan agar Perusda membayar upah karyawan / buruh penjaga, pemelihara dan pemetik SBW sebelum keringat mereka kering. "Sebaiknya tidak menunda gaji mereka," pintanya.
Bagaimana dengan pertanian? Seperti kecamatan-kecamatan lainnya, warga Lunyuk kata Arief,sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Para petani tersebut telah menikmati keberadaan bendungan Plara bagi penyediaan pasokan air yang dibutuhkan dalam mengelola areal pertanian mereka."karenanya, masyarakat tani yang tergabng dalam kelompok P3A setempat sadar betul bahwa dibutuhkan kebersamaan dalam memelihara dan membenahi jaringan irigasi yang ada." katanya.
Arief juga menjelaskan,budaya gotong royong masih tetap terpelihara dalam masyarakat yang heterogen (Samawa, Sasak, Jawa,dan Bali), dimana kecamatan Lunyuk terdapat sedikitnya 4 lokasi transmigrasi yang kini telah diserahkan kepada Pemkab Sumbawa plus satu lokasi baru(UPT Sampar Goal).Buktinya, sebuah gedung sekolah dasar mampu dbangun secara swadaya di Desa Empang Lestari.
"Sekolah itu dibangun dengan dana swadaya sekitar Rp 20.000.000 rupiah.Kami mengharapkan Dinas Diknas memberikan perhatian bagi pembangunan lanjutannya."kata Arief.
Ia juga mengharapkan Pemprop NTB dan Pemkab Sumbawa bersinergi dalam mewujudkanlancarnya arus transportasi, komunikasi dan perekonomian dari dan ke Lunyuk-Sumbawa serta jalan-jalan yang menghubungi desa-desa di Lunyuk.
Sumber : HU Gaung NTB

Tidak ada komentar: