Selasa, 28 Desember 2010

Minggu, 28 November 2010

Jumat, 12 November 2010

Whenever You Drink The Water, Please Remember Where The Water Come From

Many peoples learn swiftlet's farming from me but once they grow and run always forget me and some of them TIKAM from behind. One of them is Blogger who always like to critized my seminar. Actually, 2 years ago he also learn from me and from my forum, KPW. Once he become consultant he tried to block peoples to join my forum KPW by mis-link KPW address in his blog, that is why we have decided to deactivate his KPW account.
Why he mis-link KPW address?? May be he don't want people know his background or his history in KPW or may be he don't want people become clever because get information from KPW forum. I don't know what his reason.

Just to remind to Blogger, where he come from.... and hope he not arrogant and always think that he is the best. On the SKY OVER the SKY.

So, please keep in your mind: Whenever you are drink the water, please remember where the water come from.


SWIFJAMES(bHouse)Friday, May 9, 2008 8:50 PM
From: This sender is DomainKeys verified"Swifjames Chong" Add sender to Contacts
To: "hendri mulia"
Honorably Sifu Pak Hendri,

I have learned a great deal from you. Thank u so much for your teaching. I can proudly say that you are a good Teacher.

Thank u millions

God Bless U,

Warmest Regards
James

--- On Fri, 5/9/08, hendri mulia wrote:
From: hendri mulia
Subject: Re: SWIFJAMES(bHouse)
To: swifjames@yahoo.com
Date: Friday, May 9, 2008, 8:08 AM

James, you already got the answer.... very good

Swifjames Chong wrote:

Hendri,

Its good to have yr reply, what is the reason of you choosing Pic1?.Is it when the walet dive in they have a longer "run way" to fly as compared to pic2 LMB?

In order for most walets to cover the whole farm and also to enter LAR therefore the LAR has to be at the south part like in Pic1.

Thanks
James
Cheer


--- On Fri, 5/9/08, hendri mulia wrote:
From: hendri mulia
Subject: Re: SWIFJAMES(bHouse)
To: swifjames@yahoo.com
Date: Friday, May 9, 2008, 3:16 AM

James,

I prefer picture 1, but please take out the partition and change it using hanging partition.

Regards,

hendri mulia

Swifjames Chong wrote:
Dear Hendri,

Thk u so much for the reply, very much appreciated. Yes 2 lubang. 1 from Open/roof then 1 more from roving to nesting ,this is the old concept to protect sunlight. But now new concept I un'stnd most without partition and walet not afraid of light and the farm should be as open as possible. So what is yr comment if in the pic1, taken out the partition is it better then the pic2?

Bird coming back from the left side of the Pic that mean the position of the LMB of pic2 is facing walet coming back.

Thank you

Warmest
Regards
James

--- On Fri, 5/9/08, hendri mulia wrote:
From: hendri mulia
Subject: Re: SWIFJAMES(bHouse)
To: swifjames@yahoo.com
Date: Friday, May 9, 2008, 1:27 AM

Pak James,

May I know what is direction of birds coming back home?

In the first picture, i see you have 2 LMB i.e.: 1 from open roof go to roving room and 1 from roving room to nesting room. Is it correct? Any reason you make 2 LMB?

Regards,

Hendri Mulia

Swifjames Chong wrote:
Dear Hen Mulia,

Pls find attached pics n the 2 earlier emails I sent to u.My surname is Chong, so it James Chong.

Looking forward to yr reply.

Warmest Regards
James Chong

--- On Thu, 5/8/08, chong wrote:
From: chong
Subject: : Thank you (bHouse)
To: swifjames@yahoo.com
Date: Thursday, May 8, 2008, 5:56 AM


----- Original Message -----
From: chong
To: henmulia@yahoo.com
Sent: Wednesday, May 07, 2008 1:41 PM
Subject: Thank you (bHouse)

Dear Pak Hen,

Here are the second picture that has less obstruction, but its most used by people. Whivh would it be better?

Your kind advise is very much appreciate. You may add anything you may want.

Thank you
God bless You
James (swifJames)


Swifjames
Sriti Emas


Joined: 07 Jul 2007
Posts: 118
Location: Malaysia Posted: 10 Jan 2008 08:47 pm Post subject: Saiz Lubang antara Lantai
________________________________________
Pak Hen dan Member2 sekalian,

Di Sjmw saiz antara lantai adalah sekurang2nya 4x4m.Ini adalah untuk
senang bagi walet memasuki lantai di gedung. Dengan saiz demikian jika rbw yang kecil maka ini akan mengambil banyak tempat seterus tempat untuk sarang akan kurang. Apahkah semestinya ia bersaiz 4x4m? Pernah saya lihat gedung yang antaralantainya hanya 2x2m banyak burung di seluruh lantai. Adakah ini standardise (mesti)untuk semua rbw atau saiznya harus beradaptasi dengan saiz secara amnya dengan saiz gedung keseluruhan? Is it flexible?

Terima kasih PAk!
_________________
Swifjames

Minggu, 19 September 2010

Satu lagi komentar dari pengguna Aroma H3N1

Pada tanggal 16 September 2010 jam 19.05 di mana saat itu saya sedang bersama rekan-rekan sedang minum kopi di Dunkin Donut, Taman Anggrek, Jakarta, Hand phone saya berbunyi tanda SMS dan saya baca ternyata SMS tersebut dari salah satu pengguna Aroma H3N1 yang pada pagi harinya menelpon saya menanyakan cara penggunaan Aroma H3N1 dan saat itu saya jelaskan cara menggunakannya yaitu dengan menyemprotkan Aroma H3N1 ke nesting plank, di sudut-sudut nesting plank, sarang imitasi dan NP yang berdekatan dengan tweeter.

SMS dari beliau sebagai berikut:
Wah pak Hen, tadi wa sempat panik, wa pantau walet yang akan masuk dari jam 5 an sore sampai jam 6.15 nggak ada walet yang masuk blas, pikirku waletnya takut akan bau aroma, sempat stress tadi pak, he he he eh, nah hampir jam 6.30, waletnya gerombolan berdatangan banyak sekali, senangnya...., ta hitung jumlahnya lebih dari 300 ekor melebihi jumlah yang biasanya ta hitung. Puji Tuhan, ini tinggal liat hasilnya nanti pak, responnya mudah-mudahan bertambah banyak he he , salut buat aromanya Bos.
Pak Hen, selain aroma katanya bos juga punya suara andalan ya? Judulnya apa dan berapa harganya bos buat saya? Selama ini saya pakai suara GW, BW dan RW.

Dari: +6285756855xxx

Kamis, 19 Agustus 2010

NEW PRODUCT - HM SMART SWIFTLETS AMPLIFIER (SSA)

HM SMART SWIFTLETS AMPLIFIER (SSA)



HM-138 SMART SWIFTLETS AMPLIFIER (SSA) MERUPAKAN MESIN PEMANGGIL WALET YANG DIRANCANG KHUSUS UNTUK DIPERGUNAKAN UNTUK MEMAINKAN SUARA WALET, MENGHASILKAN SUARA DENGAN KUALITAS SUARA DIGITAL DAN ALAMI SERTA SANGAT EFFEKTIF UNTUK DIGUNAKAN MEMIKAT BURUNG WALET.

SSA DIGITAL MP3 PLAYER DILENGKAPI DENGAN SLOT MMC/SD CARD DAN USB, 4 (EMPAT) AMPLIFIER DENGAN KONTROL VOLUME SUARA, KONTROL TONE UNTUK FREKUENSI SUARA TENGAH (MIDDLE TONE CONTROL), KONTROL TONE UNTUK FREKUENSI SUARA TINGGI (HIGH/TREBLE TONE CONTROL) UNTUK MASING-MASING CHANNEL DAN KONTROL MASTER VOLUME UNTUK SELURUH CHANNEL , SEHINGGA MEMUDAHKAN ANDA UNTUK MELAKUKAN SETTING SESUAI DENGAN SUARA REKAMAN WALET YANG ANDA GUNAKAN.

SELAIN ITU, SSA DILENGKAPI PULA DENGAN FITUR-FITUR YANG KOMPLIT, CANGGIH DAN HANDAL DIANTARANYA:
1. SWITCH PEMILIH SUARA MASUKAN KANAL (LINE INPUT SELECT SWITCH) YANG MEMUDAHKAN ANDA UNTUK MENGATUR KOMBINASI KANAL, MISALNYA: 1 KANAL UNTUK SUARA LUAR DAN 3 KANAL UNTUK SUARA DALAM, 2 KANAL UNTUK SUARA LUAR DAN 2 KANAL UNTUK SUARA DALAM, 3 KANAL SUARA LUAR DAN 1 SUARA DALAM, 4 KANAL SUARA LUAR, ATAU 4 KANAL SUARA DALAM.

2. INDIKATOR SENSOR PANAS YANG SECARA OTOMATIS AKAN MENJALANKAN FAN (KIPAS ANGIN) SEHINGGA SUHU AMPLIFIER TETAP STABIL DAN TIDAK OVERHEATING.

3. DILENGKAPI DENGAN AUTOMATIC BATTERY CHARGER DAN INDIKATOR LEVEL BATTERAI.
JIKA SSA TERHUBUNG DENGAN CATU DAYA ACCU DAN POSISI SWITCH BATTERAI PADA POSISI ON MAKA LAMPU INDIKATOR AKAN MENUNJUKKAN LEVEL/TINGKATAN DARI TEGANGAN ACCU / BATTERAI YANG TERPASANG. DILENGKAPI SENSOR YANG DAPAT MEMBACA KONDISI ACCU/BATTERAI , JIKA ACCU / BATTERAI SUDAH TERPAKAI 30% MAKA SECARA OTAMTIS SSA AKAN MENGISI ACCU / BATTERAI TERSEBUT.

4. AUTO PLAY DAN AUTO REPEAT SERTA DILENGKAPI DENGAN TOMBOL PEMILIH LAGU ATAU SUARA REKAMAN WALET YANG ADA DI MMC/SD CARD ATAU USB SEHINGGA MEMUDAHKAN ANDA UNTUK MEMILIH SUARA REKAMAN WALET YANG ANDA INGINKAN.

5. AUTOMATIC SWITCHING AC / DC

6. HEMAT ENERGI

7. DILENGKAPI DENGAN LINE IN YANG MEMUDAHKAN ANDA UNTUK MENGGUNAKAN PLAYER LAINNYA SEPERTI VCD, DVD, AUDIO CD, MP3 PLAYER DENGAN MENGGUNAKAN SSA SEBAGAI AMPLIFIER.

8. DAPAT DIKONEKSI SECARA LANGSUNG DENGAN TWEETER, 1 CHANNEL MAXIMUM 100 PIEZO TWEETER.

SPESIKASI HM – 138 SSA:
1. Keluaran Audio : 4 Channel X 45 Watt
2. Kepekaan Input Audio : 150 mV / Channel
3. Kepekaan Alat Eksternal : 200 mV / Channel
4. Signal/Noise Perbandingan : 80 dB / Channel
5. Bidang Frekuensi : 40 Hz – 20 KHz / Channel
6. Penyesuaian Nada Music : MID: 3.5 KHz +/- 15 dB / Channel; HI: 15 KHz +/- 15 dB / Channel
7. Konsumsi Accu / Batterai : Max. 5.5 A / Jam
8. Sumber Tegangan : AC 220 V / 50 Hz
DC / Accu / Batterai : 12 VDC s/d 14.4 VD
9. Charging / Pengisian Accu : Variabel 1 A s/d 5A per jam
10. Berat : 3.5 Kg
11. Dimensi : 305 mm (L) x 95 mm (T) x 190 mm (P)

BONUS: SD CARD 1 GB, SUARA LUAR (PANGGIL)dan SUARA DALAM (INAP)

Hubungi : Hendri Mulia. HP No. : +6281932346435; email: henmulia@gmail.com
Calvin / Yap : email: waletasia@gmail.com

Jumat, 13 Agustus 2010

SEMINAR CARA JITU MEMIKAT WALET



Long time ago... we are the first one implemented and introduced aroma to attract more birds to come and stay in BH...

5 years ago:
We are the first one implemented and introduced to public the styrofoam as bird's nest base or landasan sarang.

We are the first one implemented and introduced to public to use swiftlet's hypnosis sound to attract more birds.

3 years ago:
We are the first one implemented and introduced to public about tweeter installation for colony.

We are the first one implemented and introduced to public about 4 Dimension Sound System; Internal pulling sound, Center sound, L R sound.


1 year ago: we are the first one who are commercially produced aroma in canister.

Now.... many new techniques and applied technology for swiftlet farming will introduce to public in our Seminar Cara Jitu Memikat Walet.

Will you waiting till some one tell you our new techniques in 3 or 5 years later?

Jumat, 06 Agustus 2010

ULET = TOUGH

Ulet (bahasa Indonesia) is Tough and the definition of TOUGH is Having the quality of flexibility without brittleness

Why in swiftlet farming must be SMART, INNOVATIVE, DILIGENT AND TOUGH? Why you need to learn from experienced practitioners? Will you learn swiftlet farming from enthusiastic, hobbiest or advisor?

In the competitive era we should be smart and tough, never give up to do innovation to find new techniques to lure swiftlets. No Pain, No Gain. No Victory without sacrificed. No Freedom without sacrificed.

Experienced practitioners have did many techniques to find the best technique to lure swiftlets, and then they success to lure swiftlets. They sacrified. Spend a lot of time and money to do experiments and innovation and finaly succeed.

Enthusiast and advisor are just give idea and advice you how to do but they not do it yet.
They just say, "please try my idea and if not work please don't blame me .... bla bla bla... " They just copy from the books and said that are their idea.

Hobbiest said "never mind, just do it, if not work no problem lah...hobby mah... enjoy... don't think so much...."

Robert T. Kiyosaki said:




So, will you learn swiftlet farming from experienced practitioners or from enthusiast/advisor/hobbiest in swiftlet farming? You decide it!!

Please note that swiftlet farming is BUSINESS and it's not HOBBY!

Senin, 02 Agustus 2010

Seminar Cara JITU Memikat Walet

Seminar Cara JITU Memikat Walet
(JITU = Jeli, Inovatif, Tekun, Ulet)


Tanggal: 30 – 31 Oktober 2010
Tempat: Hotel Aston Marina
Jl. Lodan Raya No. 2 A, Jakarta
http://www.astonmarinaancol.com

Pembicara:
1. A. Hendri Mulia, SE., CMA.
Praktisi berpengalaman dan Konsultan Budidaya Walet
Penulis "Buku Strategi Jitu Memikat Walet" dan "Cara Jitu Memikat Walet"

2. Mail Chen
Direktur LONG LIFE BIRD'S NEST
Pemroses dan Eksportir Sarang Burung Walet
Praktisi Walet Yang sukses dan berpengalaman

3. Darma
Praktisi dan Ahli Teknologi Terapan Budidaya Walet


Materi Seminar:
Hari Pertama: (Jam 09.00 – 17.00)
1. Feng Shui Rumah Burung Walet:
a. Lokasi
b. Desain
c. Angin dan Air
2. Teknik membuat Aroma dan applikasinya
3. Menernakan Serangga Pakan Walet
4. Teknik Pemasangan Sarang Imitasi secara effektif
5. Teknik Terkini untuk Meningkatkan Populasi burung walet
6. STUDI KASUS

Hari Kedua: (Jam 09.00 – 17.00)
1. “Tai Chi” Sound Technique untuk Rumah Burung Walet
2. Teknik Merekam Suara Walet di Rumah Burung Walet
3. Teknik Editing Rekaman Suara Walet
4. Teknologi Terapan untuk Budidaya Walet
5. Teknik Penyucian Sarang Burung Walet
6. STUDI KASUS


BIAYA SEMINAR:
Rp. 2.500.000.- (Untuk Indonesia)
RM. 950 (Untuk Malaysia)
Daftar Segera
Tempat Terbatas


Sudah termasuk:
-. Seminar dan workshop selama 2 hari
-. Makan siang dan coffee break
-. Seminar Kit dan Sertifikat
-. CD Suara Burung Walet Luar dan Dalam yang dibuat khusus untuk peserta seminar
-. 1 Kaleng aroma H3N1

DISKON 10% BAGI YANG MENDAFTAR DAN MEMBAYAR SEBELUM TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010

INFORMASI DAN REGISTRASI:
Indonesia : HM SWIFTLETS, HP NO. :+6281932346435;email: seminarwalet@gmail.com
Malaysia : Justin Tan, email: tan2020@gmail.com; Calvin, HP No. : +60148922288; email: waletasia@gmail.com

Seminar CARA JITU MEMIKAT WALET
(THE BEST WAY TO LURE SWIFTLETS)
JITU = Jeli (Smart), Inovatif (Innovative), Tekun (Diligent), Ulet (Tough)

Date : 30 – 31 October 2010
Venue : Marina Hotel Aston
Jl . Lodan Raya No. 2 A, Jakarta
http://www.astonmarinaancol.com

Speakers:
1 . A. Hendri Mulia , SE . , CMA .
Experienced practitioner and Swiftlet Farming Consultant
Authors ' of STRATEGI JITU MEMIKAT WALET” AND “ CARA JITU MEMIKAT WALET "

2 . Mail Chen
The director of BIRD 'S NEST LONG LIFE
Bird Nest’s Processors and Exporters
Experienced practitioner in Swiftlet Farming

3 . Darma
Expert practitioners in Swiftlet Farming Technology

Seminar Materials :
First Day : ( Hour 09:00 to 17:00 )
1 . Feng Shui of Bird’s House:

a. Location
b. Design
c. Wind and water

2 . The technique makes Aroma and its applocation
3 . Insects breeding for swiftlet’s feed
4 . Technique on Installation of fake nest effectively
5 . Advanced Techniques to improve swiftlets population
6 . CASE STUDY

Day Two: ( Hours 9:00 to 17:00 )
1 . " Tai Chi " Sound Technique for Swiftlet’s house
2 . Sound Recording Techniques in Swiftlet’s house
3 . Swiftlet’s Sound Record Editing Techniques
4 . Applied Technology for Swiftlet Farming
5 . Bird’s Nest Processing
6 . CASE STUDY

SEMINAR FEE :
Rp. 2,500,000.- ( For Indonesian )
RM . 950 (For Malaysian )
Book Now
Limited SEAT

Seminar fee has included :
-. Seminar and workshops over two days
-. Lunch and coffee break
-. Seminar Kit and Certificate
-. CD External Sound and Internal Sound specially made for the seminar
participants
-. 1 Tin aroma H3N1

10 % DISCOUNT FOR PERSON WHO REGISTER AND PAY BEFORE 30 SEPTEMBER 2010

INFORMATION AND REGISTRATION :
Indonesia :
HM SWIFTLETS , HP NO . :+6281932346435; email:seminarwalet@gmail.com

Malaysia :
Justin Tan: email : tan2020@gmail.com
Calvin: HP No. : +60148922288; email : waletasia@gmail.com

Sabtu, 31 Juli 2010

Jaran Edan o1 - Swiftlet Sound Test



Ini merupakan suara sedot septic tank or whatever they called my sound...the most important we can get birds and make birds like to stay and build their nests in my bh. No doubt.

Perlu Tidaknya Lubang Ventilasi di RBW

Sering menjadi pertanyaan bagi para budidayawan atau peternak walet mengenai perlu atau tidaknya lubang ventilasi (Ventilation Hole) untuk Rumah Burung Walet (RBW), atau perlu ventilasi atas dan bawah; atau hanya satu ventilasi saja di tengah-tengah dan lain sebagainya.

Mengingat bahwa kestabilan suhu dan kelembaban di RBW diperlukan agar burung walet dapat tinggal dan berkembang biak dengan baik, maka perlu dan tidaknya lubang ventilasi dan seberapa banyak lubang ventilasi yang diperlukan harus disesuaikan berdasarkan data suhu dan curah hujan daerah atau lokasi RBW serta kondisi di dalam RBW.
Kita tidak bisa men-generalizer bahwa RBW harus mempunyai lubang ventilasi atas dan bawah atau tidak diperlukan lubang ventilasi sama sekali. Perlu kita ingat bahwa yang dimaksudkan suhu dan kelembaban harus stabil adalah RELATIVE STABLE dalam kaitannya dengan SUHU dan KELEMBABAN.

Banyak orang dan bahkan blogger atau konsultan "menciptakan" ide yang bertentangan dengan teori fisika dan hanya berdasarkan logika saja yang katanya inteligent, dan mengabaikan teori fisika yang sampai sekarang tidak terbantahkan dan belum terbantahkan oleh siapapun. Are You Smarter Than 5th Grader??

Ini adalah pelajaran anak Sekolah Dasar yang bahasa sononya disebut Primary School, disebutkan bahwa: Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.

Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamakan konveksi.


Teori ini yang dikatakannya teori tradisional??? dan diajarkan sejak Sekolah Dasar, masih digunakan sampai di tingkat Universitas dan dipergunakan oleh NASA USA untuk membuat pesawat luar angkasanya serta digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang membuat pesawat. Coba saja kalau mereka mengabaikan teori ini dalam membuat pesawat, apa yang terjadi?

Pesan saya, perlu tidaknya lubang ventilasi atau Ventilation Holes, seberapa banyak ventilation holes dan penempatannya harus disesuaikan dengan kondisi sekitar RBW dan kondisi di dalam RBW.... then jangan terkecoh dengan racun yang ditulis oleh seseorang yang tidak mengerti teori fisika tingkat Sekolah Dasar dan lucunya menganggap teori fisika ini sebagai teori tradisional...gunakan inteligent anda sebelum jadi RACUN bagi peternak walet.... rasanya yang menulis artikel tersebut harus kembali belajar di Sekolah Dasar atau baca buku lagi or ikut Seminar saya ya ..... Are You Smarter Than 5th Grader???

Selasa, 20 Juli 2010

Komentar Pengguna Aroma H3N1

Saya menerima beberapa komentar dari pengguna aroma H3N1 dari berbagai daerah mengenai aroma H3N1, di antaranya sebagai berikut:

Dari Jambi dan Kuala Tungkal:
1. Pak Hen, aroma H3N1 luar biasa, semua produk bapak memang hebat. Setelah memakai aroma H3N1 selama 6 bulan, RBW saya yang semula berisi 180 sarang sekarang menjadi 430 sarang.Tq. - W...... -

2. Mantap pak H3N1 nya, 3 bulan saya pakai H3N1, RBW saya yang semula kosong sekarang sudah ada 30 sarang. Burung tidak ada hentinya keluar masuk terutama pada saat aroma dispenser nyala. Trims - G...... -

3. Bau aroma H3N1 memang beda dengan parfum walet lainnya, hasilnya? Luar biasa. Mantap. Thanks pak Hen.. Hp No. : 0816366XXXX

Dari Karawang:
1. Pak Hen, aroma H3N1 memang sangat bagus. Saya pakai di roving room, RBW yang semula sepi sekarang ramai. Hampir setiap hari ada burung yang main.
- W.... -

2. Wah pak, dengan H3N1 sekarang saya berani kontrak mengelola RBW dengan target 60 sarang setahun. Terima kasih pakk . - Lu... - Pengelola RBW di Karawang

Dari Lombok:
1. Pertama kali saya pakai H3N1 saya meragukan kehebatannya, tetapi setelah saya coba selama 1 bulan, ternyata banyak sarang tambahan di sarang palsu yang saya semprot dengan H3N1. Semua sarang palsu yang saya semprot ditempati walet. tq. Hp. No.: 081235xxxxx

2. Saya menggunakan aroma dispenser untuk H3N1, tetapi pada waktu dispenser on jam 15.00 banyak walet yang keluar dari RBW. Saya kaget dan takut burung saya kabur. Saya buru-buru masuk ke rumah walet, tapi sebelumnya saya liat TV CCTV ternyata di dalam banyak burung yang beterbangan mendekati aroma dispenser. Saya urungkan niat saya masuk ke rumah walet. Dan saya perhatikan dari CCTV, banyak burung yang berdatangan dan keluar masuk. Berkejaran di dalam ruang inap.
Setelah 1 bulan pakai H3N1, ternyata banyak pondasi sarang di styrofoam.
Thanks pak Hen, sukses selalu. - Haji J.... -

Dari Kalimantan dan Pekanbaru:
1. Aroma H3N1 baunya wangi, saya sempat ragu karena pemikiran saya selama ini aroma walet kan bau busuk dan bau amoniak oleh karena itu saya tidak langsung pakai. Saya semprotkan H3N1 di tissue dan setelah 3 hari saya cium tissue tersebut ternyata bau wanginya hilang dan berubah menjadi bau khas walet. setelah itu saya coba aplikasikan di sarang karton, dan memasangnya di rumah walet saya. 3 minggu kemudian ternyata sudah ada walet yang tinggal di sarang karton tersebut.
-. H..... S..... - Kalimantan

2. H3N1 memang mantap pak Hen. Populasi walet di rumah walet saya meningkat luar biasa dalam 3 bulan. Terima kasih dan saya tunggu inovasi berikutnya - Alu.. - Pekan baru.

Masih banyak sekali komentar-komentar mengenai Aroma H3N1, sekarang ini H3N1 telah dipakai di Seluruh Indonesia dan Malaysia, dari Aceh sampai Manado dan Lombok sampai Sarawak.
Silakan buktikan sendiri hebatnya aroma H3N1. Kalau tidak pernah kenal maka tidak akan sayang, tidak pernah coba tidak akan pernah tahu hasilnya.
Kalau tidak pernah pakai tapi berkomentar negatif, itu namanya sirik.

Minggu, 18 Juli 2010

Jalan Air

Air mencari tempat yang paling rendah, sedangkan manusia mencari tempat yang paling tinggi.
Air bersifat mengalah, namun tidak pernah kalah.
Air mematikan api dan membersihkan lumpur.
Kalau merasa sekiranya dikalahkan, air meloloskan diri dalam bentuk uap dan kembali mengembun.

Air merapuhkan besi hingga hancur menjadi besi.
Bila bertemu dengan batu karang, akan berbelok untuk meneruskan perjalanannya kembali.

Air membuat jenuh udara sehingga angim menjadi mati.
Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati karena sadar bahwa tidak ada sesuatu kekuatan apapun yang dapat mencegah perjalanannya menuju ke lautan.

Air menang dengan mengalah.
Air tidak pernah menyerang, namun selalu menang pada akhir perjuangannya.

Selasa, 06 Juli 2010

Birdhouse Revamp in Kelantan and Birds Response to Aroma H3N1

Effectiveness of a Good Location, Design, Sound and Aroma

Cegah si Pungguk Masuk

Cegah si Pungguk Masuk
Saturday, 01 May 2010 08:33 administrator
Sumber: Trubus online

Baru 1 tahun rumah waletnya dihuni si liur emas, muncul kendala baru. Burung hantu yang menerobos melalui lubang masuk, menyantap Collocalia fuciphaga yang bersarang.

Kondisi itu terjadi di rumah walet milik H Tarmidi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebelumnya, bangunan berukuran 10 m x 11 m berlantai 3 itu kosong melompong selama 3 tahun sejak 2005. ”Setelah berkonsultasi dengan konsultan, walet mulai masuk dan bersarang,” ujar Tarmidi. Dalam jangka setahun, pada 2008, didapati 35 sarang walet. Sayang, keberhasilan besar itu tak berlangsung lama lantaran walet semuanya kabur.

Tak disangka Tarmidi menjumpai burung hantu masuk ke dalam rumah walet pada malam hari. Itulah yang diyakini Tarmidi sebagai penyebab walet kabur. ”Burung hantu mungkin tertarik masuk karena mendengar suara walet dari CD yang diputar terus-menerus,” kata Tarmidi yang berupaya mengusir si pungguk dengan senapan angin, tetapi sia-sia. Setiap kali masuk ke dalam rumah walet, Tarmidi selalu menemukan kepala walet di lantai, sisa makan burung hantu. Rumah itu kini menjadi hunian burung hantu yang jumlahnya terus bertambah menjadi 6 ekor.

Predator

Burung hantu memang menjadi salah satu ancaman bagi peternak walet. Celakanya, sebaran burung pemakan daging dan ikan itu merata di tanahair mulai dari Sumatera, Jawa, sampai Papua. Namun, burung hantu sebenarnya lebih sering mengganggu rumah walet yang dekat areal persawahan dan perkebunan lantaran di sana banyak tersedia sumber pakan utamanya: tikus. Rumah walet milik Tarmidi misalnya, berada dekat kebun mangga dan aneka tanaman lain seperti randu. Sementara di perkotaan, gangguan lebih jarang.

Ada beberapa asumsi yang mendorong bangsa Strigiformes itu masuk ke dalam rumah walet. ”Kemungkinan ia ingin mencari tempat tinggal nyaman - antara lain kondisinya gelap, atau memang burung hantu itu mencari pakan,” ujar Dr Boedi Mranata, praktikus walet di Jakarta Selatan.

Menurut Boedi bila ada burung hantu di dalam rumah walet, biasanya dijumpai gumpalan putih seukuran kelereng di bawah tempatnya bertengger. Gumpalan itu merupakan sisa-sisa pakan yang dimuntahkan. Hal itu diamini Arief Budiman, konsultan walet di Kendal, Jawa Tengah. ”Burung hantu biasanya masuk ke rumah walet karena mencari tempat tinggal. Jadi bukan karena tertarik suara walet,” ujarnya.

Sejatinya, tingkat serangan burung hantu di rumah walet tidak separah hama tikus. Dengan kata lain posisinya sebagai hama rumah walet berada di urutan kedua setelah hewan pengerat itu. Bila tikus memangsa walet, si liur emas itu akan mengeluarkan suara yang membuat seluruh walet kabur. Meskipun begitu, serangan burung hantu

tidak bisa dianggap sepele. ”Bila dibiarkan, rumah walet yang dimasuki burung hantu tidak akan berkembang,” ujar Boedi.

Serangan burung hantu juga pernah dialami Arief pada 1990 di gedung walet 4 lantai miliknya. Upaya memasang lampu sorot untuk mengusir burung itu tak membuahkan hasil. Namun, begitu Arief mengganti lampu berdaya 100 watt itu memakai lampu bohlam 10 watt, si pungguk tak mau lagi masuk bangunan. ”Lampu bohlam memberikan penerangan di dekat lubang masuk secara merata. Sementara cahaya lampu sorot hanya mengarah ke dinding gedung walet dari jauh sehingga burung hantu masih berani bertengger di lubang masuk dan masuk ke rumah,” ujar pemilik duniawalet.com itu.

Ide Arief memasang lampu bohlam itu setelah ia bereksperimen dengan berbagai model lampu. Lampu dipasang 30 cm dari bibir atas pintu. Arief menambahkan sensor cahaya seperti yang ada di lampu jalanan agar lampu itu otomatis menyala saat di sekelilingnya mulai gelap.

Buka-tutup

Menurut Boedi masih ada beberapa cara lain untuk mencegah si pungguk masuk. Burung hantu biasanya datang pada jam-jam tertentu sesuai kebiasaannya lalu bertengger di lubang masuk sambil mengamati keadaan sekeliling sebelum benar-benar masuk. Bila penjaga rumah walet mengetahui waktu kehadiran burung hantu, ia bisa mencegah burung itu masuk. Cara lain, dengan memodifikasi bentuk lubang masuk sehingga burung hantu sulit bertengger di pintu.

Menurut Arief sistem buka-tutup lubang masuk juga bisa menjadi alternatif. Cara ini antara lain diterapkan para peternak di Kecamatan Jebus, Bangka. Caranya, di bagian luar pintu - sekitar 50 cm di atas bibir lubang masuk, dipasang rel sepanjang 2 kali ukuran panjang pintu walet. Bila panjang pintu 1 m, maka panjang rel (seperti rel untuk gorden) adalah 2 m. Daun pintu dibuat lebih lebar daripada lubang pintunya. Pada sisi kanan kiri di pasang tali hingga ke bawah.

Pagi hari, pukul 05.00 waktu setempat atau sebelum walet keluar gedung, penjaga gedung menarik tali itu ke samping sehingga daun pintu bergeser. Lubang keluar-masuk walet pun terbuka. Malam hari sekitar pukul 20.00, penjaga tinggal menarik tali ke sisi berlawanan, sehingga daun pintu bergeser menutup lubang masuk. Daun pintu itu terbuat dari aluminium, supaya ringan. Dengan cara ini, gedung aman dari burung hantu.

Cara buka-tutup pintu manual cukup efektif mencegah burung hantu masuk. Sayang, cara ini kurang praktis. ”Agar praktis bisa dimodifikasi dengan sistem otomatis,” ujar Arief. Menurut Philip Yamin, konsultan walet di Cengkareng, Jakarta Barat, teknologi pintu otomatis sudah mulai dipakai peternak walet di Sumatera sejak 2000-an. Dengan teknologi itu pintu dapat bergerak naik turun secara otomatis dengan timer sehingga peternak tak repot.

Misal, timer diatur pada pukul 04.30, maka pintu otomatis terbuka di jam walet terbang ke luar mencari makan. Begitu pula sebaliknya di malam hari. Pada bagian tengah daun pintu yang terbuat dari plat baja ukuran 40 cm x 80 cm itu, sengaja dibuat lubang berukuran 13,5 cm x 70 cm yang masih bisa berfungsi sebagai jalan keluar-masuk walet meski pintu telah ditutup. Selain itu fungsinya juga sebagai pintu darurat untuk antisipasi bila timer tidak bekerja sehingga pintu tak mau terbuka. Dengan beragam teknik itu kini peternak bisa menghindari gangguan burung hantu. (Tri Susanti)

Atur Pintu Masuk

Atur Pintu Masuk
Thursday, 01 April 2010 00:04 administrator
Sumber: Trubus online

SEMUA SYARAT IDEAL RUMAH WALET SUDAH DIPENUHI SAIFULLAH. SUHU RUANG 26—280C, KELEMBAPAN 80—90% DAN MEMASANG CD PEMANGGIL WALET. NAMUN APA LACUR, MESKI SUDAH BERDIRI 9 TAHUN, BANGUNAN WALET BERUKURAN 20 M X 8 M ITU BARU MEMPRODUKSI 20 SARANG. APA YANG SALAH?

Peternak di Pekanbaru, Riau, itu bak kehabisan akal. Setiap kali memutar CD memang berbondong-bondong Collocalia fuciphaga itu memasuki rumah. Saat diamati walet-walet itu hanya tertarik masuk, tapi tidak mau bermalam. Apalagi membuat sarang, bagai api jauh dari panggang. Pantas produksi sarang sangat minim.

Titik terang permasalahan muncul setelah Saifullah mengirim informasi detail rumah waletnya melalui surat elektronik kepada seorang konsultan di Jawa Tengah. Setelah dicermati terdapat kekeliruan yang membuat burung enggan bersarang. “Jumlah pintu masuk burung terlalu banyak,” ujar Saifullah yang menggunakan rumah monyet atau rumah majemuk berukuran 4 m x 6 m sebagai ruangan tambahan untuk akses keluar-masuk walet. Di rumah itu memang terdapat 4 pintu masuk burung yang menghadap ke segala penjuru.

Tutup pintu

Dari hasil konsultasi, diputuskan 3 pintu ditutup. Hanya 1 pintu difungsikan sebagai lubang keluar-masuk walet. Pintu itu dipilih yang menghadap arah pulang burung saat sore hari. Terbukti cara itu mampu menaikkan populasi walet. Hanya berselang 3 hari, Saifullah melihat populasi walet sudah melonjak. Bahkan setelah 14 hari pascaperubahan itu dijumpai walet yang membuat sarang.

Perubahan yang terjadi dimonitor Saifullah melalui 3 closed circuit television (CCTV). Satu kamera diarahkan ke lubang void, sedangkan 2 kamera lain diletakkan di nesting room atau ruang bersarang. Dari balik layar itu tampak populasi walet bertambah. Walet-walet baru itu tak langsung bersarang. Awalnya mereka bolak-balik melintasi void. Namun setelah 1—2 hari, walet-walet itu baru terlihat mau bersarang.

Kasus Saifullah sebetulnya banyak terjadi terutama pada bagunan baru. Menurut Arief Budiman, konsultan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, 80—90% walet yang masuk ke rumah baru adalah walet baru lepas sapih. “Ingatan burung muda belum kuat sehingga mudah menyesuaikan dengan kondisi rumah baru,” ujar Arief. Artinya cukup dibuatkan 1 pintu keluar-masuk agar walet tidak bingung.

Lebih jauh Arief mengungkapkan walet malas bersarang saat pintu masuk terlalu banyak. Selain membuat walet bingung, juga cahaya matahari terlalu banyak masuk ruangan. Padahal, walet menyukai kondisi remang-remang dan selalu menghindari ruangan yang terlalu terang. “Burung yang keluar-masuk tanpa bermalam dan bersarang ini mengindikasikan kondisi ruangan kurang nyaman,” kata Arief.


Pintu majemuk


Lokasi rumah walet Saifullah sebetulnya dekat sentra walet dan menjadi lintasan walet. “Bila rumah berada di sentra dan menjadi lintasan sebaiknya memakai satu pintu keluar-masuk saja,” kata Arief. Tujuannya, membuat walet lebih fokus memasuki setiap ruangan. Pada setiap ruang itu dipasang tweeter sebagai pemandu bagi walet menuju ruang bersarang.

Arah pintu tidak boleh sembarangan. Menurut Ir Lazuardi Normansah, praktikus walet di Jakarta Barat, posisi pintu tidak harus mengarah utara atau selatan. “Boleh timur, barat, utara, atau selatan. Yang penting searah datangnya burung pada sore sekitar pukul 17.00—18.00,” ucap Lazuardi. Hal itu diamini Arief. Dengan cara itu, “Dijamin, dalam 3 hari populasi walet akan bertambah,” katanya.

Menurut Arief yang bergelut di dunia walet lebih dari 10 tahun, rumah monyet memakai 4 pintu masuk efektif jika rumah walet berada dekat sumber pakan. Sebab, di sana walet-walet itu terus berputar-putar mengelilingi sumber pakan. Ia bisa datang mendekati rumah dari berbagai arah.


Model dan ukuran


Model dan ukuran pintu keluar-masuk perlu dicermati. Berdasarkan pengamatan Arief di daerah Keling, Medan, Sumatera Utara, pintu masuk walet di bangunan berupa ruko rata-rata berukuran 2 m x 25 cm. Ukuran itu umumnya dipakai di daerah dekat sentra. Lubang persegi panjang memudahkan walet ketika secara bersama-sama—terutama pada sore hari—masuk ke dalam rumah.

Lain lagi rumah walet di dekat stasiun kereta api peninggalan Belanda di Pulau Jawa. Rata-rata lubang ventilasi yang berbentuk bulat berdiameter sekitar 60 cm menjadi jalan masuk walet. Fenomena ini kemudian diaplikasikan di rumah-rumah walet baru. Di Jambi bahkan ukuran diperbarui menjadi lebih besar, berdiameter 80—100 cm.

Yang tak kalah penting ukuran void. Void, lubang yang menghubungkan ruangan produksi (resting room) antarlantai harus besar. Maklum, gara-gara membuat void seukuran pintu masuk manusia, sekitar 80 cm x 180 cm, walet enggan masuk ke rumah berukuran 20 m x 50 m milik Jerry di Sulawesi Selatan. Void antar-rooving area—ruangan tempat favorit walet berputarputar—pun dibuat dengan ukuran besar.

Mulyadi, praktikus walet di Tangerang, Provinsi Banten, pernah mengalami masalah dengan ukuran void antar-rooving area yang terlalu kecil. “Walet hanya datang dan pergi,” katanya. Ketika ukuran void diperbesar 2 kali lipat, walet datang lebih banyak dan membuat sarang. Itu lantaran dengan semakin besar void, seolah rooving area menjadi lebih luas.

Makanya para pemilik rumah walet banyak yang tidak menyekat rooving area antarlantai. Artinya dari lantai bawah sampai atas dibuat terbuka. Dengan teknik pengaturan pintu dan memperhatikan ukuran void, kini Saifullah dan Jerry bisa memetik puluhan kg sarang. (Lastioro Anmi Tambunan/Peliput: Argohartono Arie Raharjo)

Tweeter Magnet: 8 Bulan 270 Sarang

Tweeter Magnet: 8 Bulan 270 Sarang
Sumber: Trubus online

Dengan tweeter biasa rumah walet Faisal Imbron sudah memproduksi 25 sarang dalam waktu 2 bulan. Sayang angka itu tak pernah meningkat. setelah menggunakan tweeter bermagnet, selang 8 bulan produksi sarang melesat 100 kali lipat.

Rumah walet berukuran 12 m x 10 m berlantai 7 itu baru dibangun Fasial pada pertengahan 2008 di Kecamatan Jenamah, Kabupaten Bountok, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Awal 2010, total produksi mencapai 270 sarang. Artinya rumah itu telah dihuni 1.080 Collocalia fuciphaga dalam hitungan 1,5 tahun. Biasanya butuh waktu rata-rata 2 tahun.

Bukan tanpa alasan Faisal menggunakan tweeter bermagnet. ‘Produksi suara tweeter lama kerap melengking sehingga tidak mirip suara walet,’ ujar Faisal. Suara juga bias sehingga walet tidak bisa fokus menyusuri setiap lantai rumah. Ujung-ujungnya populasi stagnan. ‘Jumlah sarang tetap 25 keping,’ ujar Faisal.

Tweeter magnet yang dipesan Faisal dari konsultan di Jakarta, suara mengeluarkan lebih jernih. ‘Suara cericit yang keluar seperti walet,’ kata pengusaha kayu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu. Selain itu, suara fokus memandu walet masuk sampai ke lantai dasar.


Tweeter luar


Sejatinya ada 2 jenis tweeter yang biasanya dipasang dalam rumah walet: dalam dan luar. Tweeter dalam dipasang di sirip, untuk merangsang walet bersarang. Tweeter luar ditaruh di bagian luar atas rumah untuk memanggil sekaligus menarik walet masuk ke rumah.

Yang diganti Faisal adalah tweeter luar; tweeter dalam tetap memakai nonmagnet. Ada 4 tweeter magnet yang dipasang. Dua di antaranya ditaruh di bagian luar lantai teratas. Sisanya berada dekat void dengan corong menghadap pintu masuk burung.

Kedua tweeter luar panjang corongnya 60 cm. Hal itu membuat jangkauan suara mencapai 500 - 1.000 m. Corong itu dapat diarahkan ke sumber populasi walet. Faisal mengarahkan corong ke timur dan arah lintasan pulang burung. Corong diarahkan ke timur karena berjarak 500 m terdapat sebuah rumah yang sudah dibuat walet.

Cara itu cukup berhasil menarik burung tetangga. ‘Yang tertarik biasanya walet muda. Walet dewasa umumnya setia bersarang di tempat lama,’ kata Lazuardi Normansyah, konsultan walet di Jakarta Barat. Meski jangkauan suara luas, tapi kedua tweeter tidak berisik. Maklum, dari bawah rumah suara tweeter tidak terdengar sehingga tidak mengganggu tetangga.

Si liur emas yang tertarik masuk akan dipandu 2 tweeter dekat void. Posisi keduanya berada di lantai 4 dan dasar. ‘Di lantai dasar juga dihuni, sehingga semua lantai rata terisi walet,’ kata Faisal. Berbeda dengan kebanyakan rumah walet yang terisi hanya 2 - 3 lantai teratas.

Frekuensi medium

Duduk perkara tweeter magnet mampu meningkatkan sarang terletak pada kestabilan frekuensi. Menurut Peter John, konsultan audiosuara rumah walet di Taman Palem, Jakarta Barat, bahan perangkat tweeter dibedakan 2 jenis: magnet dan keramik. ‘Pemilik rumah walet banyak memakai tweeter keramik seperti piezo dan audax. Alasannya, selain kemunculannya lebih dulu daripada magnet, tweeter ini juga mudah dipasang dan dapat diparalel,’ kata Peter.

Tweeter magnet sulit diparalel karena harus disesuaikan dengan kekuatan amplifer. Kalaupun bisa diparalelkan, jumlahnya terbatas. Harap mafhum, tweeter magnet seperti basoka butuh watt besar, sekitar 2 - 3 watt/buah. Dengan volume maksimal, kebutuhannya 14 watt. Sedangkan keramik hanya menghabiskan 0,0075 watt/buah.

Menurut Peter suara bersifat dinamis: kuat-rendah dan naik-turun. Pun suara walet. Tweeter keramik mampu menghasilkan suara dengan baik dari frekuensi 3 - 20 khz. Di bawah itu suara tidak masuk ke tweeter. Harap mafhum, ‘Keramik dirancang menolak frekuensi rendah karena sifatnya kapasitif,’ tambah Peter. Suara melengking, misalnya, jika dipasang ke bass tentu tidak tertangkap. Walhasil suara itu dianggap hilang.

Tweeter magnet terdiri dari elemen seperti magnet, cone, dan coil (kumparan). Menurut Dr Djoko Triyono, dosen jurusan Fisika Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, jumlah kumparan menentukan luas jangkauan frekuensi. ‘Artinya semakin banyak kumparan, frekuensi yang dapat diterima lebih luas,’ imbuh Djoko.

Tweeter magnet yang dipakai Faisal mampu mereproduksi suara berfrekuensi medium sekitar 800 hz - 3 khz sampai di atasnya. ‘Echolocation walet biasanya berada di kisaran 1,5 - 2,5 khz,’ ujar Peter. Frekuensi itu stabil dan terdengar jernih karena saat arus AC dari mesin pemutar lagu masuk akan diterima voice coil. Kemudian diteruskan oleh magnet coil sehingga mengumpan cone untuk bergerak. Begitu seterusnya. Gerakan cone ini yang membuat frekuensi medium lebih terdengar alami dan stabil.

Sumber pakan

Tweeter bukan satu-satunya yang membuat walet datang dan betah bersarang. Kedekatan dengan sumber pakan juga menjadi syarat keberhasilan. Lokasi rumah Faisal hanya berjarak 1 - 2 km dari hutan yang vegetasinya masih rapat, sehingga ketersediaan serangga sebagai pakan walet melimpah.

Pun kondisi mikro rumah harus diatur sesuai yang diinginkan walet. Faisal mengatur kelembapan 80 - 90%. Itu dengan memasang mesin kabut di setiap lantai serta membuat kolam air berukuran 8 m x 2 m di lantai dasar. Kombinasi harmonis tweeter magnet, sumber pakan, dan kondisi iklim mikro rumah, membuat populasi walet meningkat seperti dialami Faisal. (Lastioro Anmi Tambunan)

Kamis, 20 Mei 2010

Application of Swiftlet's Aromatic Fusion - H3N1

We are commercially producing Swiftlet's Aromatic Fusion H3N1 in 2 type, i.e. aroma in canister with metered valve for dispenser unit and non metered valve for direct spray to nesting plank and/or fake nests.
These type of aroma packaging make you easy to apply and practically very effective to attract / lure the birds to stay and build the nests in your bird's house.

For Roving and Nesting Room
Below is the direction for use of my aroma - Swiftlet's Aromatic Fusion H3N1 aerosol metered valve, in canister for using Dispenser unit to make your BH to have aroma continously.
The best if you are using the dispenser unit with timer and on it from 15.00 to 19.00 hours with interval 5 minutes. 1 can of aroma last for at least 1 month or 3,200 shoots.
This aroma can install in the roving room and nesting room. If you install in roving room, please mounting it 70 cm from LMB (Bird's Entrance Hole), if in Nesting room please mounting it 20-40 cm from the nesting plank.
Please close the ventilation holes surrounding dispenser unit to prevent the aroma not flowing out from your BH.





Direct Spray Aroma
My aroma in canister with non metered valve can direct spray to nesting plank and/or fake nests. This aroma will not make your nesting plank moldy because my aroma is oil base and no water content. This is the first in the world that Swiftlet's aroma can directly spray to nesting plank without worry mold growing on the nesting plank. And proven that this aroma also can cure the fungus on the nesting plank.
Please re-apply every 2 (two) week on the same place of nesting plank or fake nests till the birds stay.



The efficacy of my aroma has been test in many BH in Indonesia, Sarawak and West Malaysia and proven that my aromas are very effective to attract and make birds faster build the nests. Now many BH in Indonesia and Malaysia using my aroma, and we are only the one who are producing swiftlet's aroma in canister and distribute to all of city in Indonesia and Malaysia.

Please make sure that you buy the correct aroma with label HM Swiftlets, I would like to remind to all of my blog reader to be careful, because in Malaysia somebody took out of HM SWIFTLETS label and selling my aroma(s) without label HM SWIFTLETS.
Is it ethical to do that???? I think we all know what his/their aim.

Minggu, 16 Mei 2010

Cara Jitu Memikat Walet

Telah terbit buku baru Cara Jitu Memikat Walet.

Di buku ini diungkap dengan jelas bagaimana menentukan lokasi, menentukan Lubang Masuk Burung, penggunaan sarang imitasi dan landasan sarang, cara membuat aroma dan aplikasinya, cara penggunaan berbagai macam suara di RBW, dan berbagai macam tips untuk memikat walet dan meningkatkan populasi serta mencegah walet pindah ke rumah walet lainnya.


Dapatkan buku ini di toko-toko buku terkemuka di kota Anda.

Malaysia silakan hubungi:
tan2020@gmail.com
waletasia@gmail.com




Teknik Tepat Sukses Budi Daya dan Bisnis Walet
(Ditulis oleh Newsroom)

Beragam masalah sering muncul dalam usaha budi daya dan usaha sarang walet. Masalah terbesarnya ialah rumah yang dibangun untuk tempat sarang walet tidak kunjung dihuni walet atau mereka malah kabur ke rumah walet lain. Padahal, biaya yang sudah dikeluarkan sangat besar sehingga mengundang frustrasi pebisnis si “air liur emas” ini.


Memang, menjalankan budi daya walet itu tidak semudah yang kita bayangkan. Bahkan, banyak yang bilang bahwa permasalahan di bidang budi daya walet itu terbilang kompleks dan unik. Ada banyak hal yang mesti diketahui oleh pembudidaya dan pebisnis walet jika tidak ingin mengalami kegagalan. Pengetahuan inilah yang akan memberi arahan tepat dalam pengelolaan budi daya walet.

Salah satu hal yang mesti diperhatikan ialah mengenai lokasi rumah walet. Pasalnya, pemilihan lokasi yang tepat dan benar sangat menentukan keberhasilan merumahkan walet. Untuk itu, dalam menentukan lokasi harus mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut.

1. Ketinggian maksimum lokasi rumah walet adalah 700 meter di atas permukaan laut (dpl).
2. Letak rumah walet tidak berdekatan dengan pusat kota, pusat keramaian, atau kawasan industri.
3. Makro habitat harus mendukung kehidupan serangga yang merupakan makanan utama burung walet. Maka, sebaiknya rumah walet dibangun berdekatan dengan ladang, sawah, perkebunan, danau, rawa, atau sungai.
4. Jarak lokasi rumah walet berdekatan dengan rumah burung walet lainnya, paling jauh berjarak sekitar 5 km.
5. Lokasi rumah walet harus memiliki sarana penunjang, seperti listrik, air, dan dekat dengan jalan raya. Lokasi keamanannya juga mesti terjamin.

Jika Anda sudah menemukan lokasi yang tepat, selanjutnya Anda juga mesti membuat struktur bangunannya secara benar sesuai kondisi habitat burung walet. Struktur bangunan yang tidak benar mengakibatkan walet tidak mau menghuni rumah yang sudah dibangun. Kondisi-kondisi ini di antaranya meliputi pencahayaan, suhu udara, kelembapan, memiliki aroma khas burung walet, dan tidak terdapat suara-suara yang mengejutkan.

Apakah sudah cukup? Belum. Tentu saja masih banyak hal yang mesti diketahui pembudidaya walet dari berbagai aspeknya. Nah, keseluruhannya bisa Anda dapatkan secara lengkap di dalam buku “Cara Jitu Memikat Walet” terbitan AgroMedia Pustaka.

Buku yang ditulis oleh A. Hendri Mulia, SE., CMA. ini membahas seluruh kebutuhan informasi mengenai teknik tepat agar sukses budi daya dan bisnis walet. Mulai dari teknik penentuan lokasi, pengaturan struktur bangunan, tata ruang, penempatan dan ukuran lubang, nesting plank yang ideal, pembuatan sarang imitasi dan landasan sarang, membuat aroma walet, mengatur suhu dan kelembapan rumah walet, membuat pakan walet, pemanenan, pencegahan hama, hingga membuat suara tiruan walet yang efektif.

Alhasil, buku ini memberikan jalan bijak bagi Anda dalam menjalankan budi daya dan bisnis walet secara tepat dan benar. Selamat mencoba!

Senin, 26 April 2010

Rabu, 14 April 2010

Pitutur Budidaya Jawa

Aja sira deksura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene. Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe.

Janganlah congkak, merasa lebih pandai daripada yang lain. Jangan merasa engkau yang paling benar, sebab di dunia ini tidak ada yang paling benar

Aja semangkeyan rumangsa dadi wong sugih, nuli lali marang wong tuwane, jalaran iku ateges ora mikani Pangeran.
Jangan sok merasa menjadi orang kaya, sehingga melupakan orang tuanya sendiri, sebab hal yang demikian ini sama dengan tidak mengakui kebesaran Tuhan.

Aja melik darbeking liyan. Aja cidra ing janji. Aja kumalungkung. Aja kumingsung.

Jangan menghendaki (secara tak sah) kepunyaan orang lain. Jangan mengingkari janji. Jangan merasa lebih dari yang lain. Jangan merasa benar dan paling berkuasa sendiri.

Aja gawe seik atining liyan. Aja ngumbar hawa napsu, mundhak sengsara uripe.

Jangan suka menyakiti hati orang lain. Jangan melampiaskan hawa nafsu secara tak terkendali, jika tidak ingin sengsara hidupnya.


Aja lali marang kebecikaning liyan. Lan aja lali uga marang panggawe becik, jalaran panggawe becik iku minangka dalane mulyanira.

Jangan lupa akan kebaikan orang lain. Dan jangan sampai lupa untuk berbuat baik sebab hanya lewat perbuatan yang baik itu dapat menemukan jalan menuju kemuliaanmu.


Tuna satak bati sanak.
Rugi duit tidak apa yang penting dapat saudara.strong>

The Power of “Ojo Dumeh”

The Power of “Ojo Dumeh”
Filed under Agung Praptapa *)

Di antara filosofi hidup orang jawa yang paling terkenal mungkin adalah “ojo dumeh”. Bahkan filosofi ini sudah mulai digunakan oleh kalangan yang lebih luas, tidak terbatas pada orang jawa saja. Ojo dumeh yang dalam bahasa sekarang mungkin bisa diterjemahkan langsung sebagai “jangan mentang-mentang” ini dianggap filosofi yang aplikatif sepanjang masa dan sangat powerful.

Ajaran ojo dumeh menyarankan kepada kita agar jangan sampai kelebihan ataupun kehebatan yang kita miliki justru menjadi bumerang, membunuh diri sendiri. Kelebihan seseorang bisa dalam bentuk kekayaan, keahlian, jabatan, ketampanan atau kecantikan, kepopuleran, ataupun keturunan.

Dalam hal kekayaan misalnya, jangan mentang-mentang kaya kemudian tidak menghargai yang miskin, apalagi melecehkan ataupun menghina. Ojo dumeh! Kekayaan yang kita miliki tidak bisa dijamin akan abadi. Bisa saja hari ini kita kaya tetapi malam nanti kekayaan kita dirampok orang dan ludes semua kekayaan kita. Kalau hal seperti itu terjadi, mau apa? Ini adalah refleksi dari realita kehidupan di mana ada kaya ada miskin, ada yang pintar ada yang bodoh, dan sebagainya. Yang kaya bisa saja menjadi miskin dan yang miskin bisa saja menjadi kaya.

Untuk itulah maka kearifan jawa ini selalu mengingatkan kita untuk ojo dumeh. Jangan mentang-mentang memiliki kelebihan kemudian menjadi sombong, tidak terkendali, lupa diri, bahkan kemudian merendahkan orang lain. Kearifan untuk ojo dumeh inilah yang mengantar banyak orang menjadi sukses. Bahkan ojo dumeh dapat melipat gandakan kekuatan dan kelebihan kita sehingga kita lebih powerful. Mengapa demikian?

Terdapat beberapa alasan mengapa ojo dumeh menjadikan kita lebih powerful. Yang pertama, ojo dumeh selalu mengingatkan kita agar kita tidak tergelincir kemudian jatuh dari posisi kita sekarang. Hal ini dikarenakan dengan selalu ingat pada adanya posisi yang berada dibawah kita, memberikan sinyal bahwa kalau tidak berhati-hati kita bisa terpeleset dan jatuh ke posisi tersebut. Jadi ojo dumeh menciptakan kehati-hatian. Dengan kita berhati-hati, maka pijakan kita menjadi lebih kuat. Kita tidak akan terpeleset, apa lagi jatuh.

Yang ke dua, ojo dumeh akan menyenangkan orang lain. Orang lain senang karena kita tidak mentang-mentang, tidak merendahkan mereka. Saat kita menyenangkan orang lain, orang-orang tersebut akan senang berada di sekitar kita. Mereka tidak ingin kita jauh dari mereka. Apa lagi lepas dari mereka. Artinya, mereka akan menjaga kita untuk stay in our position. Tetap di posisi kita di sini bukan berarti kita tidak mereka inginkan untuk menapak ke posisi yang lebih tinggi. Mereka justru berharap agar kita lebih membuat mereka senang. Pada posisi yang seperti ini saja kita menyenangkan mereka, sehingga pada saat kita berhasil berada di posisi yang lebih tinggi mereka berharap bahwa kita akan lebih menyenangkan mereka.

Yang ke tiga, ojo dumeh menunjukkan bahwa kita adalah orang yang bersyukur. Dengan tidak ‘mentang-mentang’ berarti kita memberi pernyataan pada diri sendiri bahwa posisi kita yang seperti ini cukup untuk kita dan wajib kita syukuri. Kalau kita diberi lebih dari yang sekarang ini tentunya kita akan lebih bersyukur lagi. Dengan demikian kita bisa menikmati apa yang sudah kita miliki dan yang sedang kita alami.

Ke empat, ojo dumeh membuat kita hemat energi. Merendahkan orang lain, mengumpat orang lain, dan berfikir negatif tentang orang lain hanya akan menguras energi kita. Lebih baik kita menempatkan segala sesuatu pada porsinya saja. Setiap orang mendapatkan rejekinya sendiri-sendiri. Ada yang banyak, ada yang sedikit. Yang banyak bisa menjadi sedikit, dan yang sedikit bisa menjadi banyak. Jadi, yang punya kelebihan bersyukur saja tanpa harus mengecilkan orang lain. Berfikir positif seperti ini akan menghemat energi kita. Apalagi orang yang merasa kita hargai tersebut juga kemudian menghargai kita, hal tersebut justru akan me-recharge energi kita.

Ke lima, ojo dumeh merupakan pengendalian diri. Yang dimaksud pengendalian diri disini adalah membawa diri kita kepada keadaan yang kita inginkan. Ojo dumeh akan selalu mengingatkan kita bahwa ternyata disekitar kita banyak sekali hal-hal yang berbeda dengan kita dimana perbedaan tersebut bukannya sesuatu yang kita inginkan. Saat kita diberi kelebihan dalam hal kekayaan misalnya, kita akan melihat bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Selama kita menyadari hal tersebut, dan kemudian tidak mengecilkan orang-orang yang kurang beruntung, maka kita justru akan diarahkan oleh keadaan untuk lebih baik dari keadaan kita sekarang dan terhindar dari keadaan yang tidak kita inginkan. Kalau kita mengecilkan orang lain, atau menghina, hal tersebut sama saja dengan kita menyamakan posisi kita seperti posisi mereka. Sama halnya kalau kita marah pada orang gila dan mengumpat orang gila, maka bukankah kita menjadi sama saja dengan orang gila tersebut? Sudah tahu dia gila kok kita marah kepada mereka? Demikian pula saat berhadapan dengan orang-orang yang tidak seberuntung kita. Kalau kita merendahkan mereka juga sama saja kita down grade, sama saja dengan mereka. Yang benar adalah saat kita lebih beruntung kita membantu dan mengangkat orang yang kurang beruntung tersebut ke posisi yang lebih baik. Kita boleh merendah, tetapi jangan merendahkan. Begitu kurang lebih yang terkandung dalam ojo dumeh.

Yang ke enam, ojo dumeh menjadikan kita tidak “over valued” terhadap diri sendiri. Kalau kita mentang-mentang, dan keadaan membiarkan kita terbuai dengan ke“mentang-mentang”an kita, maka kita bisa lupa diri. Sebagai contoh, mentang-mentang kita pandai kemudian kita membodohi orang lain. Orang lain mungkin diam. Kita yang sedang membodohi rasanya tiba-tiba menjadi lebih pandai, melayang tinggi lebih pandai lagi. Itu perasaan yang menipu. Kita justru akan tertipu oleh “mentang-mentang” kita. Untuk itulah maka kalau kita memegang kearifan “ojo dumeh” kepalsuan perasaan tersebut dapat kita hindari. Hati-hati, kita bisa over valued terhadap diri sendiri, yang apa bila kita tidak kuat bertahan, hal tersebut justru akan berbalik menjadi menurunkan value kita.

Mari kita bawa kearifan “ojo dumeh” ini ke tempat kerja kita. Bayangkan kita bekerja keras untuk menciptakan kinerja yang kita targetkan. Kemudian kita bisa menapak satu posisi ke posisi berikutnya yang lebih tinggi, yang akhirnya kita mencapai posisi puncak. Tetapi kita tetap rendah hati. Kita tetap menghargai pendapat orang lain walau yang posisinya lebih rendah dari kita. Kita tidak “mentang-mentang” mempunyai kekuasaan kemudian kita sewenang-wenang dengan kekuasaan kita. Kita tidak mentang-mentang berpenghasilan tinggi kemudian membelanjakan uang kita semau kita sampai lupa berderma. Kita tetap mendengarkan teman kerja kita seperti apapun posisi mereka. Kita tetap hemat dan semakin banyak berderma. Bagaimana dengan profil seperti itu? Kita ingin orang tersebut lengser? Tentunya tidak.

Untuk itulah maka kearifan “ojo dumeh” banyak dipelajari, dan diparaktekkan orang di jaman modern seperti ini. Ojo dumeh mendorong kita untuk semakin memanusiakan manusia (dalam istilah jawa disebut nguwongake). Ojo dumeh tidak akan mengerdilkan diri sendiri, justru akan membuat kita menjadi besar karena berjiwa besar. Ojo dumeh.

*) Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development. Alumni UNDIP, dan kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Amerika dan Australia, di University of Central Arkansas dan University of Wollongong. Mengikuti training dan mempresentasikan karyanya di berbagai universitas di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk di Ohio State University, Kent State University, Harvard University, dan University of London. Agung Praptapa juga seorang entrepreneur, Direktur AP Consulting

Selasa, 09 Maret 2010

Swiftlet's Aromatic Fusion - H3N1

Swiftlet's Aromatic Fusion - H3N1 dalam kemasan aerosol, berguna untuk meningkatkan populasi burung walet dan mempercepat burung walet untuk tinggal serta mempercepat burung walet untuk membangun sarangnya.

Swiftlet's Aromatic Fusion - H3N1 dibuat dengan ramuan dari bahan-bahan alami yang sangat disukai oleh burung walet sehingga burung walet yang telah terpanggil masuk ke dalam rumah burung walet akan betah dan segera tinggal di rumah walet tersebut.

Swiftlet's Aromatic Fusion - H3N1 tersedia dalam 2 kemasan yaitu:
1. Kemasan kaleng dengan Metered Valve - yang digunakan di dispenser unit sehingga aroma dapat diset on/off secara otomatis dengan interval waktu sesuai dengan yang diinginkan.

2. Kemasan kaleng dengan Non Metered Valve - dapat digunakan secara langsung dengan menyemprotkannya di sirip kayu (Nesting Plank) dan sarang imitasi.

Kemasan aerosol Swiftlet's Aromatic Fusion - H3N1 memudahkan anda untuk mengaplikasikannya di Rumah Burung Walet anda. Cepat dan Praktis.






Hasil testing Swiftlet's Aromatic Fusion - H3N1:
http://waletindonesia.blogspot.com/2009/08/my-aroma-effect-update-as-per-27-august.html

Bila anda membutuhkan aroma walet ini, silakan hubungi:

Indonesia:
-. Jakarta: HM Swiftlets : Hendri Mulia +6281932346435; Lia: +628161405605; MSI; Hendry: +628159485188
-. Riau : Aman +62852825555
-. Lombok : Johny Lee +62818360880
-. Aceh : Darma +628126451000
-. Jambi : Hartanto; HP No. : +6281274211899
-. Jawa Timur: H. Ir. Rosich Amsyari; HP No.: +628123527846
-. Samarinda: Resota Jaya Walet; Bunyamin HP No. :+6282156270917
-. Banjarmasin: Jakarta Walet Center; HP No. : +6281210441588

Jumat, 08 Januari 2010

OJO DUMEH! (JANGAN SOMBONG) Oleh : Bambang Priantono



OJO DUMEH! (JANGAN SOMBONG) Oleh : Bambang Priantono
for everyone

Ojo Dumeh! Jangan Sombong!
Jangan mentang-mentang biarpun kau sudah termasyhur
Ojo Dumeh! Jangan Sombong!
Jangan mentang-mentang biarpun kau sudah bermandikan harta
Ojo Dumeh! Jangan Sombong!
Jangan mentang-mentang biarpun kau paling pandai sekolong jagadpun
Ojo Dumeh! Jangan Sombong!
Ingatlah darimana akarmu berasal, jangan kacang lupa pada kulitnya

Ojo Kaget! Jangan Kagetan!
Jangan terpukau oleh yang namanya kekondangan
Ojo Kaget! Jangan kagetan!
Jangan terpukau oleh gilang gemilang hidup
Ojo Kaget! Jangan kagetan!
Jangan terpukau manakala engkau dikenal banyak orang
Ojo Kaget! Jangan kagetan!
Karena semuanya itu nanti akan kembali pada-Nya

Ojo Gumunan! Jangan Heran!
Jika sekarang dunia terbolak balik
Ojo Gumunan! Jangan Heran!
Jika sekarang makin banyak yang gila
Ojo Gumunan! Jangan Heran!
Jika sekarang yang makruf ditinggalkan
Ojo Gumunan! Jangan Heran!
Karena dunia sudah makin tua

Ojo Dumeh! Ojo Kaget! Ojo Gumunan!
Tetaplah terus membumi meski engkau telah besar
Tetaplah tepo seliro/rendah hati meski engkau bergelimang harta
Karena semuanya takkan kekal
Untuk kemudian dikembalikan pada-Nya

(Sebagai penguat hatiku agar tetap taat asas dan tetap seperti sekarang)

Bambang Priantono
http://bambangpriantono.multiply.com

Selasa, 05 Januari 2010

BECIK KETITIK OLO KETORO

SUARA SHIHAN

BECIK KETITIK OLO KETORO


Oss.

Dalam hidup manusia ini ada dua gugus perilaku yang satu sama lain saling bertolak belakang; yaitu : Perbuatan yang dikatagorikan `Baik`(Mulia) dan Perbuatan `Jahat` (Buruk). Kandungan didalamnya hanya berupa keaneka ragaman dan jenis perbuatan manusia itu.
Umpama; berderma dengan tulus termasuk dalam gugusan perbuatan baik, mencuri berada pada gugusan perbuatan jahat dan sebagainya.
Apabila dalam hidup ini kita selalu berusaha berbuat kebaikan, besar maupun kecil kepada sesamanya, alam lingkungannya dengan tulus dan ikhlas karena kesadaran bahwa; berbuat kebaikan itu indah dan mulia untuk dilakukan sepanjang hayat karena mempertinggi nilai hidup kemanusiaan kita, maka berusahalah sebisa bisanya menabung nilai kemuliaan ini sebanyak mungkin didalam hati. Tidak untuk ditonjolkan apalagi dipamerkan. Jangan pernah terlintas dalam pikiran kita bahwa perilaku yang sudah berada pada jalur yang benar ini, sebagai imbangannya, dimenfaatkan dan dimunculkan niat dan keinginan bahwa sekali kali boleh juga berbuat hal buruk dan jahat, karena beranggapan dirinya sudah berbuat banyak kebaikan.
Baik dan buruk itu tidak mungkin dicampur aduk lalu diambil rata ratanya seolah olah hasil akhir itulah nilai kemuliaan diri kita. Yang baik tetap baik, jahat tetap jahat. Tidak ada hubungannya satu sama lain. Segala perbuatan baik kita jangan dinodai dengan lawan perbuatan ini. Sebaliknya, apabila dalam hidup ini secara sengaja maupun khilaf, banyak perbuatan jahat dan buruk yang kita lakukan, maka atas kesadaran yang tulus dan bersungguh sungguh, masih memungkinkan apa yang buruk kita peringan dengan penyesalan penuh kesadaran dan perbuatan terpuji dan baik.

Apapun, kebaikan yang kita lakukan tidak perlu ditonjolkan, dipamerkan, diekspose keluar tetapi dibaliknya terselubung tujuan sekedar untuk meninggikan derajat diri sendiri agar dikagumi, dihormati, disanjung melalui kamuflase perbuatan bersandiwara itu.
Alangkah rendah dan nistanya hasilnya apabila hal ini merupakan tujuan yang dipoles dengan lapisan kemilau tetapi didalamnya nol besar. Bisa dipastikan bahwa nilai perbuatan kita adalah sebatas `rasa puas` hati kita sendiri melihat perbuatan kita dipuji, dikagumi dan disanjung itu tadi. Tetapi nilai bathin dan kemuliaan yang harusnya kita tabung menjadi simpanan sisa hidup yang makin pendek, tidak bernilai samasekali.
Perbuatan baik yang tulus dari hati sanubari jangan dicampur aduk dengan perbuatan `Show` yang bersifat politis dan ada udang dibalik batu. Perbuatan yang memang untuk konsumsi politis, biarlah menjadi bagian politik. Sebaliknya, perilaku kemanusiaan akibat sentuhan rasa hati nurani dan pikiran yang tulus, tinggi dan mulia harus diberi wadah sendiri. Tidak dicampur aduk. Nilainya satu sama lain bertolak belakang dan bahkan bertentangan.
Banyak rakyat jelata, walau dirinya sendiri masih hidup dalam keterbatasan dan kekurangan, sanggup melakukan sesuatu demi sesamanya, lingkungannya, generasinya dalam jangka waktu bertahun tahun tanpa pamrih. Tanpa keinginan sedikitpun atau bermaksud serta bertujuan untuk dipublikasikan segala perbuatannya, dihargai atau disanjung karena apa yang dilakukan itu murni dari kesadaran bathin yang mulia demi sesama dan generasi mendatang.
Sepi ing pamrih, rame ing gawe - Tanpa pamrih tapi banyak bekerja. Semua ini membuat hati kita terenyuh dan terharu kala pada akhirnya melihat hasil pengabdiannya yang belum tentu pernah dilakukan mereka yang penuh daya kemampuan tetapi bahkan sering segala tujuan perbuatan terhadap sesamanya, lingkungannya itu hanya semata mata untuk promosi dan pamer diri. Ada maksud tertentu dibaliknya.

Ironis sekali, apabila perbuatan baik kita yang relatif kecil saja, selalu diekspose dengan meletakkan kaca pembesar didepannya agar terlihat jelas dan luas jangkauannya.
Semua perbuatan baik, besar maupun kecil tidak perlu dilakukan dalam bentuk pameran. Biarlah berjalan wajar dan tidak perlu didramatisir. Dengan berjalannya waktu, yang baik dan benar pada akhirnya akan terlihat juga.
Sebaliknya, serapat rapatnya kita membungkus, menyembunyikan, menutup nutupi perbuatan buruk dan jahat dan sepandai pandainya kita bersikap penuh kepura puraan dengan memakai topeng dan berkedok wajah pengasih, dermawan yang dramawan, berlagak paling bersih dihadapaNYA dan bahkan menempatkan dirinya sebagai `manusia` pilihanNYA. Lambat tapi pasti, jati diri kita `siapa kita` dan bagaimana kita sebenarnya akan tercium dan terbongkar.
Becik ketitik olo ketoro!
Perjalanan waktu yang terus bergerak dengan cepat akan ikut peduli untuk membongkar dan membeberkan kenyataan yang sebenarnya.
Karenanya, hidup wajar penuh kejujuran apa adanya. Jangan mengembangkan diri `Pandai Bersandiwara`dan berpura pura. Pasti hidup akan lebih aman dan tenteram.
Gambar sampul depan sedikit banyak bisa mencerminkan jiwa pelakunya dibalik ini semua. Setidaknya hatinya adalah manusia `Penuh Kasih sayang`, ada rasa kepedulian dan berperasaan halus`.
KEPADA SATWA KECIL TAK BERDAYA SAJA ADA RASA KASIH DAN PEDULI, APALAGI KEPADA SESAMA DAN ALAM LINGKUNGANNYA.

Ungkapan `Becik ketitik olo ketoro` dari leluhur dalam Bahasa Jawa sehari hari yang amat sederhana ini memiliki nilai luas dan dalam maknanya. Kata kata indah ini berlaku sepanjang masa dan perlu menjadi pegangan hidup kita agar kita selalu mawas diri, tidak menjadi manusia berkedok dihadapan sesamanya dan hipokrit dihadapanNYA. Nilai kebaikan itu akan makin mulia, apabila segala perbuatan kita lakukan dengan tulus ikhlas dan kasih sayang kepada apa dan siapapun. Dijauhkan dari sifat pamer serta menonjolkan diri. Sebaliknya, perbuatan buruk kita akan makin dalam menghunjam, menusuk dan merobek nilai nilai keluhuran budi kemanusiaan kita apabila perbuatan ini selalu ditutup tutupi dengan kepura puraan.

Tabunglah segala kebaikan yang saudara lakukan didalam hati dan persembahkan keindahan dan kemuliaan ini hanya kepada Yang Maha Kasih.
Hindari perbuatan buruk dan jahat, walau dengan cara sembunyi dan terbungkus rapat karena sepandai pandainya kita menutupinya, semua itu tetap akan tampak jelas dihadapan Yang Maha Tahu. Jadilah manusia jujur dan sederhana dalam perbuatan sehari hari betapapun perkasanya diri kita dalam berbagai bidang. Nilai manusia yang utama adalah dimukaNYA, bukan sekedar dimata sesamanya.

Kebaikan murni dan tulus tidak pernah menuntut balas ( Tanpa Pamrih). Kejahatan tidak akan memberikan pahala ( Crime doesn`t pay).

Sumber: http://www.kyokushin.or.id/artikel29.php

Kisah Ria Jenaka (Seri I)

Alkisah ini terjadi di dunia Antah Berantah, di alas Gung Liwang Liwung. Bakgong duduk termenung melihat keindahan alam semesta, melihat burung walet terbang ke sana ke mari menyambar makanan, mereka tidak berebut makanan, se sekali mereka berkejaran sambil mengalunkan suara cit chier chit chierrr... Indah dan damai.

Tiba-tiba teman Bakgong yang bernama Pailul datang mendekatinya. Mereka berbincang-bincang tentang burung walet dan akhirnya Pailul bertanya ke Bakgong bahwa dia mendengar dari temannya yang juga teman Bakgong hal yang tidak baik tentang Bakgong.

Pailul : Gong, aku denger dari Si Aswan, katanya kamu nggak bagi hasil ke Petra pada waktu kamu manggung di Puri Ki Patih Gajah Mada.

Bakgong : Aduh Lul... semua ada catatan dan hitungan yang membuat ya si Petra, yang menerima duitnya juga Petra... surat tak berperangko dari diapun aku masih simpan. bagiannya berapa juga ada hitungannya 42 tael tuh untuk dia ...ntar saya kasi liat kamu catatannya ya...

Pailul : katanya rugi jadi si Petra yang nanggung ruginya... dan kamu nggak mau nanggung ruginya..

Bakgong : walahhh Lul ... Lul... nggak ada ceritanya rugi...rugi apanya? Aku manggung sama teman-teman nggak pake rugi tuh... nggak ada ceritanya deh.
"Bentar ya.... " kata Bakgong sambil membuka kotak saktinya. " Nih lihat, ini dari dia. Ini hitungan penerimaan dan pengeluran manggung di Puri Ki Patih Gajah Mada, untung kan? Liat bagiannya berapa? Betul kan? makanya kalau nggak liat sendiri nggak caya kan?. Makanya jangan gampang percaya sama omongan orang. dibodohin orang juga mau. Yang bodoh siapa yang pinter siapa kalau gini"

Pailul: Iya bener, itu dari si Petra. Lha koq ya aneh gitu... bilang sama temen-temen gitu lho. Rugi.. dan si Petra yang nanggung ruginya...

Bakgong : ha ha ha ha... bukan rugi mungkin... kurang banyakk bagiannya...yang manggung siapa yang mau banyak untung siapa... yang capek siapa yang mau seneng-seneng siapa. Lha ini khajatan aku koq, yang capek juga aku. katanya nggak mau dibagi, mau bantu aku, awalnya gitu... giliran dikasi bagian kurang, minta tambah ditambahin dah ditambahin katanya rugi...wis to mas Pailul njarke wae... Nggak usah diurusi orang itu...

Pailul : Ni ada lagi, katanya si Lukmono, kamu waktu diundang ke purinya Petra, katanya kamu minta bayaran gede banget?

Bakgong: Lul, memang mulut itu gampang kalau njeplak, mangap gampang banget mumpung gratis. Kon mene wae, kon ngomong sama aku. Kalau aku disuruh bantu dia ya ongkos buat naik dokar yo pantes kalau si Petra itu bayar ongkos dokar, kalau nginep ya panteslah kalau Petra bayarin pondokan.

Pailul : Gong, yang saya dengar nggak gitu lho... katanya si Petra bayar kamu 60 tael emas lho. Dia ngomong ke si A gitu lho...

Bakgong : Lul.. Lul... aku nggak tahu Petra ngomong ke A begitu juga nggak tau, yang jelas aku itu dikasi ikan Kutuk sing ono sungute iku lho opo jenenge... wah iwake yo wis matek...

Pailul: "aduh... koq gitu ya... koq semuanya dibalik-balik." kata Pailul sambil garuk garuk kepalanya yang plontos dan berketombe

Bakgong : "Biasalah... orang yang salah kan biasa cari pembenaran, dengan cara menjelekkan orang lain. Kalau dia mengaku salah kan nggak aneh, nggak seru gitu... dan kalau dia bisa menjelekkan aku kan dia bisa tenar... hebat... banyak pengikutnya... banyak pendukungnya. " sahut Bakgong sambil menghisap rokok kawung nya.
udahlah Lul... mau ngomong apa saja dia mah nggak perlu digubris... nanti ya ketahuan .. "Becik ketitik Olo Ketoro, sing salah yo seleh".

Pailul : iya sih... tapi ya aneh gitu koq dia begitu.

Bakgong : ha ha ha .... Gusti Allah Maha Tahu... dia bisa bohongi kamu dan semua orang, tapi dia tidak bisa bohong sama Gusti Allah..." Lul.. Lul, nggak usah dibuat bingung sama dia. Dari kelakuan dan tabiatnya saja kan kamu bisa tahu.. dah dulu deh... aku mau ngopi dulu.."

Pailul: bentar Gong... mau nanya lagi nih mengenai Sungai Seberas...

Bakgong : Tanya mengenai uang proyek Tuit Tuit di Sungai Seberas? Ha ha ha ha ha tanya aja sama pak Hanoman Hariaman, dia masih hidup.. dia ada buktinya koq... tanya sama Hanoman...atau pak Halimun... dia kirim uangnya ke siapa ha ha ha.. yang jelas pak Hanoman Hariaman itu kirim uangnya ya ke Petra. Capek deh ngurusin omongan orang yang mencari pembenaran diri..

Tiba-tiba sang Begawan dan hanoman muncul di depan Bakgong dan Pailul. "Tanya tuh sama Begawan dan pak Hanoman, cerita yang benarnya gimana" kata BakGong ke Pailul.

Singkat cerita, akhirnya Pailul mengerti duduk perkara tentang Kisah Ria Jenaka yang dibuat oleh Petra. "...Oooo kalau gitu Petra mau buat lelucon ya ha ha ha... Politik yang hebat..." kata Pailul, makanya Gong, nama kamu jangan Bak Gong, gantilah nama kamu yang lebih keren gitu masa nama Bak Gong Ciak Tempong.... Babi Bodoh makan teri Asin ha ha ha. Kata Pailul sambil ngeloyor pergi... Nggak nyambung deh.....(bersambung)

Tweeter Suara Dalam - Super Tweeter PR-80



Memenuhi permintaan pasar, telah hadir dari Piro “Super Tweeter PR-80″ sebagai tweeter penghasil suara walet yang lebih natural. Tweeter ini dirancang secara khusus sehingga sangat cocok dan bagus untuk suara dalam atau suara inap.

DIJAMIN :
- LEBIH BAIK

Dijamin kualitas Suara lebih baik, lebih natural dari tweeter-tweeter yang ada di pasaran karena didesign spesial untuk memproduksi suara burung walet secara alami.

- LEBIH AMAN
Di design dengan proses filterisasi yang benar sehingga power amplifier akan beroperasi dengan efisien. Hal ini membuat tweeter menjadi tahan lama serta tidak ada noise yang terdengar.

- LEBIH PRAKTIS
Di design untuk memudahkan proses instalasi, karena sudah disiapkan kabel inter-connect sehingga pengoperasian tinggal menghubungkan ke kabel induk tanpa perlu solder kabel satu per satu

JAMINAN PURNA JUAL
Layanan purna jual dengan Garansi 2(dua) tahun

Anda membutuhkannya? Silakan hubungi: +6281932346435 atau email: henmulia@yahoo.com