Senin, 05 November 2012

Serangan Burung Hantu

Sebagaimana di artikel sebelumnya penulis sampaikan bahwa serangan burung hantu ke RBW akan berakibat fatal terhadap populasi burung walet  di RBW tersebut karena burung hantu akan memakan indukan dan anakan burung walet.
Serangan burhan akan membuat burung walet stress dan dapat berakibat burung walet akan berpindah ke RBW lainnya yang lebih aman.

Photo di bawah ini adalah kotoran burung hantu yang berwarna putih. Kotoran burhan mempunyai ciri  khusus, berwarna putih dan tidak mudah hilang jika menempel di dinding atau lantai sebagaimana cat putih yang menempel di lantai.


Banyak bulu-bulu burung walet yang beserakan di lantai dan burhan menggunakan bulu-bulu walet tersebut sebagai bahan sarangnya. Tikus yang sudah dimakan sebagian di bawa ke sarangnya seperti photo di bawah ini.


Bulu-bulu burung walet berserakan di lantai menandakan serangan burhan sudah berlangsung lama dan bahkan burhan membuat sarang di dalam RBW sampai bertelur.
Photo di bawah ini menunjukkan bagaimana hebatnya serangan burhan terhadap butung walet dan bahkan bersarang di dalam RBW.



Untuk itu berhati-hatilah dengan burung hantu, lakukan pencegahan dini terhadap serangan burung hantu diperlukan agar supaya burung walet tidak terganggu yang akan berakibat menurunnya populasi burung walet di RBW kita.



Sabtu, 03 November 2012

Mengapa Burung Hantu masuk ke RBW??

Beberapa minggu lalu, salah satu pembaca blog saya menelepon menanyakan bagaimana mencegah agar burung hantu tidak masuk ke dalam RBW.
Saya menanyakan apakah burung hantu sudah pernah masuk ke dalam RBW atau belum?. Dia mengatakan bahwa burung hantu sudah pernah masuk dan sekarang LMB (Lubang Masuk Burung) nya sudah dikecilkan, tetapi burung hantu masih bisa masuk. Ukuran LMB sudah dikecilkan menjadi 15 cm tingginya.

Banyak cara mencegah agar burung hantu tidak masuk ke dalam RBW, namun yang menjadi pertanyaan utama rekan tersebut adalah bahwa bertahun-tahun RBW nya tidak pernah dimasuki burung hantu  tetapi tiba-tiba saja burung hantu "menyerang" RBW nya. 

Apa yang menjadi penyebab burung hantu masuk ke dalam RBW??

Seperti kita ketahui bahwa makanan utama burung hantu adalah tikus. Jika RBW berada di daerah perkebunan sawit atau di daerah persawahan, maka akan banyak tikus dengan demikian burung hantu akan mencari mangsanya di daerah tersebut. Bahkan burung hantu sengaja dikembangbiakan oleh petani untuk memangsa tikus-tikus di perkebunan sawit atau sawah.

Selain memangsa tikus, burung hantu juga memangsa burung lainnya termasuk burung walet. Burung walet di dalam RBW merupakan sasaran empuk bagi si om BurHan (burung hantu), dan bahkan RBW menjadi tempat bersarangnya om Burhan.

Saya menanyakan ke rekan tersebut apakah ada menggunakan media untuk membuat serangga pakan walet? apakah ada menggunakan aroma yang berbau busuk?
Rekan tersebut mengatakan bahwa dia menggunakan aroma buatan sendiri seperti yang diberitahu rekannya yaitu dengan menggunakan ikan pari yang dimasukkan ke dalam ember dan diiisi air. Baunya memang busuk sekali...

Saya katakan ke rekan tersebut bahwa bau bangkai atau busuk akan mengundang burung hantu dan tikus masuk ke dalam RBW. Kedua binatang ini merupakan predator bagi burung walet dan sangat berbahaya karena memakan indukan walet dan anakan walet yang ada di RBW.

Demikian juga media untuk mengembangbiakan serangga pakan walet yang ada di dalam rumah burung walet, yang karena proses fermentasinya menimbulkan bau busuk akan mengundang burung hantu masuk ke dalam RBW yang pada akhirnya akan memangsa burung walet.

Untuk itu sebaiknya tidak menggunakan media pakan walet di dalam RBW dan tidak menggunakan aroma yang berbau busuk. Bukan burung walet yang datang malah BurHan yang datang dan bersarang di dalam RBW. 

Bagaimana mengatasi Burhan?

Burhan yang sudah masuk ke dalam RBW dapat diberantas dengan cara menangkapnya atau dengan menggunakan jebakan yang didesain sedemikian rupa atau dengan menggunakan tenggeran yang dipasangi mata kail yang diikatkan ke tempat bertengger tersebut dengan menggunakan senar pancing.

Biasanya burhan mengawasi mangsanya dengan bertengger di suatu tempat yang strategis. Oleh karena itu tempatkan tenggeran yang sudah dipasang mata kail di daerah roving room sehingga burhan akan bertengger di jebakan tersebut.
Pada saat burhan akan terbang, maka mata kail ada yang mengait sayap atau bagian tubuh lainnya.

Photo di bawah ini adalah photo burhan yang sayapnya terkena mata kail.



Jumat, 02 November 2012

Update Report - RBW TAWAU


Informasi yang saya dapat dari pemilik RBW Tawau - Sabah, Malaysia - pada tanggal 21 Oktober 2012 jumlah spot atau birds dropping 153 spot, jumlah nest dan nest marking: 49 buah, dalam waktu 2 (dua) bulan. Suatu hasil yang sangat menggembirakan untuk ukuran Tawau. 
Yang dilakukan setiap bulan oleh pemilik RBW adalah menyemprotkan Aroma Walet H3N - 1 ke landasan sarang dan NP yang berdekatan dengan tweeter, mengisi ulang dispenser ruangan dengan Aroma Walet H3N - 1, menyemprokan Bio Aroma H4N1 ke dinding-dinding dan lantai RBW.
Mengecek kelembaban dan suhu udara dalam RBW, mengisi air ke ember-ember, mengecek dan memastikan tidak ada tweeter yang tidak bersuara.

Lokasi yang bagus didukung dengan desain rbw yang baik, suara yang bagus, micro habitat yang memadai dan aroma walet yang bagus akan mempercepat burung walet untuk tinggal dan membuat sarang.
Ini adalah bukti bahwa 4 U Technique bekerja dengan baik. Dan yang paling penting dari semua itu adalah ketelatenan dai pemilik RBW.
RBW akan berhasil jika pemilik RBW nya mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap budi daya ini. Budidaya walet adalah investment dan bukan hobby atau pekerjaan iseng dan hanya untuk senang-senang.

Berikut ini adalah photo-photo yang dikirim pemilik RBW ke saya pada tanggal 22 Oktober 2012.




Di photo tersebut di atas, terlihat banyak burung yang akan masuk ke dalam RBW. Photo ini diambil pada sore hari.

                                                

Birds dropping di tengah-tengah ruangan, di bawah tweeter center. Birds dropping berjajar dari depan ruangan sampai ke belakang.








Kamis, 04 Oktober 2012

Sebulan setelah ON Suara


Tanggal 20 September 2012, tepat sebulan setelah ON suara untuk Rumah Burung Walet di TAWAU - SABAH - MALAYSIA, pemilik RBW masuk ke dalam RBW untuk mengecek apakah burung walet yang tinggal bertambah atau tidak, mengingat bulan Agustus - September 2012 adalah kemarau panjang di sana. Tidak ada hujan sama sekali di bulan-bulan tersebut.
Pemilik RBW membuka pintu dan seperti biasanya mata tertuju ke lantai untuk melihat apakah ada kotoran walet di lantai sebagai tanda ada burung walet yang menginap.
Di mulai dari lantai dasar, mata pemilik RBW tertuju ke lantai dan mulai menghitung kotoran walet dan lanjut ke lantai berikutnya sampai ke lantai 3.
Pemilik RBW sangat terkejut karena  dalam jangka waktu sebulan dan di musim kemarau serta RBW baru jumlah kotoran secara keseluruhan  adalah 52 spot.
Dan pemilik RBW heran sebagaimana pernah saya sampaikan bahwa dengan suara center yang saya pakai, burung akan lebih dulu tinggal di bagian tengah dan semua tweeter center akan ditempati oleh burung walet.

Berikut ini adalah kotoran walet di tengah ruangan yang dipasang tweeter dengan menggunakan center sound ciptaan saya. New Center Sound ini memang dibuat khusus untuk RBW ini, dapat dilihat di photo ini dari depan sampai belakang berjajar kotoran - kotoran walet.


                                   


  


                                   

Tidak hanya di tengah-tengah ruangan yang ada kotoran walet sebagai petanda burung walet telah tinggal, tetapi di tweeter sudut (corner tweeter) pun ada burung-burung walet yang tinggal.

Sinkronisasi suara sudut (Corner Sound) dengan suara tengah (Center Sound) yang baik akan mempercepat burung tinggal.






Dengan menggunakan suara yang baik, sinkronisasi suara yang baik serta mikro habitat (suhu, kelembaban dan aroma) yang memadai dan bagus akan mempercepat burung walet tinggal di RBW.

Sebulan lagi saya akan update perkembangan RBW ini. SALAM SUKSES.

Kamis, 23 Agustus 2012

Perjalanan ke Tawau - Sabah

 Tanggal 18 Agustus 2012 saya melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Tawau - Sabah. Perjalananan yang cukup melelahkan, dan saya sampai di Tawau jam 22.00 lalu makan malam dan menuju ke hotel untuk istirahat. 

Tanggal 19 Agustus 2012, setelah sarapan pagi, saya dan pemilik rumah burung walet menuju lokasi RBW. Hari ini saya melakukan final and fine tune terhadap rumah burung walet yang saya desain untuk memastikan bahwa kondisi internal sudah memadai, tweeter sudah terpasang sesuai dengan denah yang saya berikan.
Ada beberapa hal yang saya suruh untuk benahi dan saya muali melakukan setting suara.
Seperti biasanya, saya menggunakan suara untuk bazzoka, suara luar / panggil, suara tarik (internal pulling sound), suara dalam (internal / corner sound), suara tengah (center sound).

Di RBW ini, player yang digunakan adalah HM Swifltlets - HM 189 dan HM 168. Di mana 1 unit HM 168 saya gunakan khusus untuk suara Octagonal dan Bazzoka, 1 Unit HM 189 saya gunakan untuk suara luar (suara external) dan suara tarik (pulling sound), dan 1 unit HM 189 saya gunakan untuk suara center (Center Sound) dan suara dalam / internal / Corner sound.
Dengan demikian, untuk suara di dalam RBW saya menggunakan 6 suara, sedangkan untuk suara di luar RBW saya menggunakan 2 suara.

HM 168 dan HM 189 player dapat memainkan suara secara random jika di dalam SD card tersebut berisi lebih dari 1 lagu. Seperti biasa yang saya lakukan, untuk suara luar saya menggunakan lebih dari 1 suara sehingga burung walet tidak bosan  bermain, tentu saja harus menggunakan suara - suara yang effektif memanggil burung walet. Penggunaan suara walet yang attractive akan mempercepat pemikatan burung walet dan membuat burung walet menginap.



Di dalam rumah burung walet ini juga terpasang dispenser Aroma Walet H3N1 yang dipasang di setiap lantai, masing-masing 4 unit untuk setiap lantainya. Selain itu di setiap atas LMB (Lubang Masuk Burung) juga dipasang dispenser Aroma Walet H3N1.



Pada jam 16.00 waktu Tawau semuanya sudah siap, dan saya menyalakan player untuk mulai memanggil burung walet. Cuaca di Tawau saat ini sedang panas dan sudah lama tidak ada hujan. Saya perhatikan di RBW sekitar juga tidak ada burung yang main. 

Berikut ini adalah rekaman video pada hari pertama dan hari kedua.

video

Saya dan pemilik RBW memperhatikan burung walet yang bermain masuk keluar dan banyak burung yang masuk dan hinggap di tweeter center. Pada hari pertama ON suara, menurut pandangan mata kami sekitar 20 an burung walet menginap. 

Pada hari ke 2 (tanggal 20 Agustus 2012) saya dan pemilik rumah burung masuk ke dalam RBW untuk menyemprotkan Aroma Walet H3N1, dan saya melihat birds drop di beberapa titik dan sebagian besar berada di tweeter center dan tweeter pulling.
Pemilik RBW menanyakan suara apa yang saya gunakan untuk suara center dan suara pulling. Maaf, saya tidak bisa memberitahukan nama atau judul suara - suara tersebut.
Yang pasti, bahwa suara-suara  tersebut adalah suara yang baru saya ciptakan setahun yang lalu, sudah diuji coba selama setahun di beberapa rumah burung walet di berbagai daerah di Indonesia.
 Hasilnya sangat menggembirakan.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Indonesia Siap Ekspor Sarang Burung Walet ke Republik Rakyat China

Setelah menunggu sekian lama akhirnya pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2012 tanggal 27 Juli 2012, tentang Ketentuan Ekspor Sarang Burung Walet ke Republik Rakyat China.

Permendag ini merupakan petunjuk pelaksanaan tentang eksport sarang burung walet ke RRC, setelah  Republik Indonesia dan Republik Rakyat China menandatangani Protokol Persyaratan Higenitas, Karantina dan Pemeriksaan untuk Importasi Produk Sarang Burung Walet dari Indonesia ke China antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Administrasi Umum Pengawasan Mutu, Inspeksi  dan Karantina Republik Rakyat China (Protocol of Inspection, Quarantine and Hygiene Requirements for the Importation of Bird Nest Products from Indonesia to China between the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia and the General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine of the People's Republic of China) yang ditandatangani pada tanggal 24 April 2012.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (PERMENDAG) tersebut di atas disebutkan bahwa Ekspor Sarang Burung Walet hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapat pengakuan sebagai ET -SBW (Eksportir Terdaftar - Sarang Burung Walet) dari Menteri perdagangan.
ET - SBW  adalah perusahaan perorangan maupun badan usaha yang berbadan hukum atau bukan badan hukum yang melakukan kegiatan usaha ekspor sarang burung walet.

Untuk mendapatkan pengakuan sebagai ET - SBW, perusahaan dapat mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Jenderal, dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, dengan dilampiri dokumen berikut:
a. fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau izin usaha dari kementerian teknis/lembaga pemerintahan non kementerian/instansi;
b. fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
c. fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
d. fotokopi surat bukti kepemilikan unit pengolahan sendiri yang sudah mendapatkan Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV); dan
e. Berita Acara Pemeriksaan fisik oleh Tim Verifikasi dan Monitoring Kebijakan Ekspor Sarang Burung Walet yang ditetapkan oleh Direktur Jendral.

Direktur Jenderal akan menerbitkan pengakuan sebagai ET-SBW paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar.

Direktur Jenderal menyampaikan setiap ET - SBW kepada Lembaga Registrasi Akreditasi dan Sertifikasi China dan ET - SBW tersebut harus terdaftar di Lembaga Registrasi Akreditasi dan Sertifikasi China.

PERMENDAG ini dapat di download di KETENTUAN EKSPOR SARANG BURUNG WALET KE REPUBLIK RAKYAT CHINA

Dengan adanya Permendag ini, sudah tidak ada lagi hambatan untuk ekspor langsung ke negeri tirai bambu, dan dengan demikian ekspor SBW dari Indonesia ke China tidak lagi harus melalui negara ke tiga seperti melalui Hongkong dan Singapura.
Harapan kita bersama, dengan lancarnya ekspor ke RRC maka harga sarang burung mentahan yang sekarang terpuruk akan bangkit kembali dan harapannya permintaan RRC akan sarang burung walet meningkat seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi di China.

Terima kasih kepada Menteri Perdagangan yang telah peduli dengan ekspor sarang burung walet dan melakukan terobosan yang sangat baik untuk kelancaran ekspor sarang burung walet ke China. INDONESIA BISA!!!


Jumat, 15 Juni 2012

Testimoni Pengguna H4N1 dari Jambi


Di bawah ini adalah photo yang dikirim oleh pemakai H4N1 Bio Aroma kepada saya sebelum menggunakan  H4N1 Bio Aroma.
 Warna sarang yang semula putih dalam waktu 20 hari berubah warna ke kuningan dan dalam waktu 40 hari berubah warna kardus. Hal ini disebabkan karena RBW nya populasi burung waletnya padat. Gas amonia dan gas belerang yang ada di dalam RBW mengkontaminasi sarang dan mengubah warana sarang walet yang semula putih bersih berubah menjadi warna kardus.


Setelah panen, pemakai H4N1 Bio Aroma disemprotkan ke dinding dan lantai RBW. Sarang walet yang dihasilkan tetap putih dan bersih.
Photo sarang walet di bawah ini adalah sarang walet hasil panen tetasan. Sarang walet tidak berubah warna walau  60 hari lebih di dalam RBW. 


Bye bye sarang mangkak... selamat tinggal sarang warna kardus.

Tingkatkan kualitas sarang burung walet anda dengan H4N1 Bio Aroma. Money back Guarantee.