Kamis, 23 Agustus 2012

Perjalanan ke Tawau - Sabah

 Tanggal 18 Agustus 2012 saya melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Tawau - Sabah. Perjalananan yang cukup melelahkan, dan saya sampai di Tawau jam 22.00 lalu makan malam dan menuju ke hotel untuk istirahat. 

Tanggal 19 Agustus 2012, setelah sarapan pagi, saya dan pemilik rumah burung walet menuju lokasi RBW. Hari ini saya melakukan final and fine tune terhadap rumah burung walet yang saya desain untuk memastikan bahwa kondisi internal sudah memadai, tweeter sudah terpasang sesuai dengan denah yang saya berikan.
Ada beberapa hal yang saya suruh untuk benahi dan saya muali melakukan setting suara.
Seperti biasanya, saya menggunakan suara untuk bazzoka, suara luar / panggil, suara tarik (internal pulling sound), suara dalam (internal / corner sound), suara tengah (center sound).

Di RBW ini, player yang digunakan adalah HM Swifltlets - HM 189 dan HM 168. Di mana 1 unit HM 168 saya gunakan khusus untuk suara Octagonal dan Bazzoka, 1 Unit HM 189 saya gunakan untuk suara luar (suara external) dan suara tarik (pulling sound), dan 1 unit HM 189 saya gunakan untuk suara center (Center Sound) dan suara dalam / internal / Corner sound.
Dengan demikian, untuk suara di dalam RBW saya menggunakan 6 suara, sedangkan untuk suara di luar RBW saya menggunakan 2 suara.

HM 168 dan HM 189 player dapat memainkan suara secara random jika di dalam SD card tersebut berisi lebih dari 1 lagu. Seperti biasa yang saya lakukan, untuk suara luar saya menggunakan lebih dari 1 suara sehingga burung walet tidak bosan  bermain, tentu saja harus menggunakan suara - suara yang effektif memanggil burung walet. Penggunaan suara walet yang attractive akan mempercepat pemikatan burung walet dan membuat burung walet menginap.



Di dalam rumah burung walet ini juga terpasang dispenser Aroma Walet H3N1 yang dipasang di setiap lantai, masing-masing 4 unit untuk setiap lantainya. Selain itu di setiap atas LMB (Lubang Masuk Burung) juga dipasang dispenser Aroma Walet H3N1.



Pada jam 16.00 waktu Tawau semuanya sudah siap, dan saya menyalakan player untuk mulai memanggil burung walet. Cuaca di Tawau saat ini sedang panas dan sudah lama tidak ada hujan. Saya perhatikan di RBW sekitar juga tidak ada burung yang main. 

Berikut ini adalah rekaman video pada hari pertama dan hari kedua.


Saya dan pemilik RBW memperhatikan burung walet yang bermain masuk keluar dan banyak burung yang masuk dan hinggap di tweeter center. Pada hari pertama ON suara, menurut pandangan mata kami sekitar 20 an burung walet menginap. 

Pada hari ke 2 (tanggal 20 Agustus 2012) saya dan pemilik rumah burung masuk ke dalam RBW untuk menyemprotkan Aroma Walet H3N1, dan saya melihat birds drop di beberapa titik dan sebagian besar berada di tweeter center dan tweeter pulling.
Pemilik RBW menanyakan suara apa yang saya gunakan untuk suara center dan suara pulling. Maaf, saya tidak bisa memberitahukan nama atau judul suara - suara tersebut.
Yang pasti, bahwa suara-suara  tersebut adalah suara yang baru saya ciptakan setahun yang lalu, sudah diuji coba selama setahun di beberapa rumah burung walet di berbagai daerah di Indonesia.
 Hasilnya sangat menggembirakan.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Indonesia Siap Ekspor Sarang Burung Walet ke Republik Rakyat China

Setelah menunggu sekian lama akhirnya pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2012 tanggal 27 Juli 2012, tentang Ketentuan Ekspor Sarang Burung Walet ke Republik Rakyat China.

Permendag ini merupakan petunjuk pelaksanaan tentang eksport sarang burung walet ke RRC, setelah  Republik Indonesia dan Republik Rakyat China menandatangani Protokol Persyaratan Higenitas, Karantina dan Pemeriksaan untuk Importasi Produk Sarang Burung Walet dari Indonesia ke China antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Administrasi Umum Pengawasan Mutu, Inspeksi  dan Karantina Republik Rakyat China (Protocol of Inspection, Quarantine and Hygiene Requirements for the Importation of Bird Nest Products from Indonesia to China between the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia and the General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine of the People's Republic of China) yang ditandatangani pada tanggal 24 April 2012.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (PERMENDAG) tersebut di atas disebutkan bahwa Ekspor Sarang Burung Walet hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapat pengakuan sebagai ET -SBW (Eksportir Terdaftar - Sarang Burung Walet) dari Menteri perdagangan.
ET - SBW  adalah perusahaan perorangan maupun badan usaha yang berbadan hukum atau bukan badan hukum yang melakukan kegiatan usaha ekspor sarang burung walet.

Untuk mendapatkan pengakuan sebagai ET - SBW, perusahaan dapat mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Jenderal, dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, dengan dilampiri dokumen berikut:
a. fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau izin usaha dari kementerian teknis/lembaga pemerintahan non kementerian/instansi;
b. fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
c. fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
d. fotokopi surat bukti kepemilikan unit pengolahan sendiri yang sudah mendapatkan Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV); dan
e. Berita Acara Pemeriksaan fisik oleh Tim Verifikasi dan Monitoring Kebijakan Ekspor Sarang Burung Walet yang ditetapkan oleh Direktur Jendral.

Direktur Jenderal akan menerbitkan pengakuan sebagai ET-SBW paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar.

Direktur Jenderal menyampaikan setiap ET - SBW kepada Lembaga Registrasi Akreditasi dan Sertifikasi China dan ET - SBW tersebut harus terdaftar di Lembaga Registrasi Akreditasi dan Sertifikasi China.

PERMENDAG ini dapat di download di KETENTUAN EKSPOR SARANG BURUNG WALET KE REPUBLIK RAKYAT CHINA

Dengan adanya Permendag ini, sudah tidak ada lagi hambatan untuk ekspor langsung ke negeri tirai bambu, dan dengan demikian ekspor SBW dari Indonesia ke China tidak lagi harus melalui negara ke tiga seperti melalui Hongkong dan Singapura.
Harapan kita bersama, dengan lancarnya ekspor ke RRC maka harga sarang burung mentahan yang sekarang terpuruk akan bangkit kembali dan harapannya permintaan RRC akan sarang burung walet meningkat seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi di China.

Terima kasih kepada Menteri Perdagangan yang telah peduli dengan ekspor sarang burung walet dan melakukan terobosan yang sangat baik untuk kelancaran ekspor sarang burung walet ke China. INDONESIA BISA!!!