Kamis, 07 Agustus 2008

Predator dan Pengganggu Burung Walet (seri 1)

Sebagaimana kita ketahui bahwa predator burung walet antara lain: tikus, tokek, burung hantu, burung alap-alap, burung elang, ular dan lain sebagainya, namun tidak pernah ada yang menyebutkan bahwa manusia adalah predator dan pengganggu yang paling bahaya bagi burung walet, ada yang menyebut pengganggu burung walet yang bentuknya manusia adalah pencuri alias maling. Tapi tidak pernah disebutkan bahwa pemilik RBW adalah pengganggu dan predator burung walet.

Pencuri atau maling masuk ke RBW pada malam hari dan agar tidak ketahuan aksinya, lubang masuk burung ditutup dengan tujuan agar burung tidak keluar dari RBW. Namun, jahatnya setelah mencuri sarang-sarang yang ada di RBW,  maling tersebut tidak membuka lagi lubang masuk burunng, sehingga burung-burung walet tidak dapat keluar dari RBW untuk mencari makan dan akhirnya burung-burung walet mati kelaparan. RBW ini selanjutnya akan kosong alias tidak dihuni lagi oleh burung-burung walet, dan kita harus mulai dari nol lagi.

Pemilik RBW juga merupakan pengganggu utama. Banyak kejadian burung bermigrasi karena kesalahan yang dilakukan oleh pemilik RBW, misalnya kesalahan dalam merenovasi RBW, menutup LMB lama dan membuka LMB baru di sisi lain, dan tidak jarang terjadi karena pemilik RBW sering masuk ke dalam RBW.

Bagi pemula yang baru memiliki RBW baru, rasa ingin tahu setiap hari muncul dan keinginan untuk masuk ke RBW setiap hari terjadi, walau sudah memasang CCTV dengan monitor LCD 34 inchi, masih juga ingin masuk ke RBW. Setiap hari masuk dan ada saja alasannya, katanya untuk pasang ini pasang itu, kasi ini kasi itu, setting ini setting itu... dan lain sebagainya... namun alasan sebenarnya ingin tahu apakah burug walet ada masuk dan turun sampai bawah nggak ya... ada kotoran nggak ya sebagai bukti burung walet sudah nginap....
Pada hal dengan sering di buka, maka kondisi suhu udara dan kelembaban akan berubah.... hawa yang ada di dalam RBW akan keluar dan diisi dengan udara luar ruangan.... dan bila hal ini terjadi maka mikro klimat di dalam RBW menjadi tidak stabil.... dan juga akan mengganggu burung walet yang sedang survey atau observasi RBW. Sedangkan burung walet yang baru masuk ke RBW tersebut sedang observasi untuk menentukan pilihan tinggal atau tidak tinggal di RBW tersebut. Karena burung walet tersebut merasa ada gangguan, maka bisa jadi burung walet tersebut tidak jadi menginap di RBW tersebut.... hal ini tentunya akan memperlambat proses pemancingan.
Dan kalau pemancingan atau pemikatan lambat yang disalahkan advisor atau consultant nya... gawat deh.... Lempar batu sembunyi kaki he he he he.... dunia... dunia...

Makanya... sekarang pintu harus digembok, kunci dibawa advisor atau consultant, lalu audio player pun dimasukkan ke kotak hitam dikunci dan di segel... supaya tidak dikutak-katik... nggak diganti suara.... tapii eh... dasar manusia yang berakal... digantilah audio player dengan yang lain dan suara diganti dengan suara yang lain.... DASAR! Begitu burung yang datang dan masuk keluar berkurang... teriak... weee oiiii... burungya setiap hari berkurang nihhh... gimana seh.... lu punya suara tak bagus...
Ada lagi... audio player dan amplifierya sudah dikunci.... dia rekam suara walet dari line out dimasukkan ke line in computer... direkam dah tuh suara.... lalu.... dia ganti audio player dan amplifier dengan yang lain, kemudian dia mainkan suara walet tersebut, dituning sini tuning sana... akhirnya banyak burung walet yang datang... dan yang dia katakan ... tuh konsultan dan advisor tersebut BEGO (BElagu dan GOblok)  masa dia setting audio, burung nggak banyak yang datang.... lihat nih gue... gue yang setting banyak burung yang datang.... langsung dia telpon konsultan atau advisornya... oiii lu kalau setting yang bener dong.... waktu kamu yang setting dan tuning nggak banyak yang datang... sekarang gue ubah settingannya... burung banyak yang datang....he he he... LARWO LARWO..... 
Seminggu kemudian pemilik telpon lagi... hei kon.. nggak ada burung yang datang....  CD suara walet kamu jelek nih... burung sudah bosan... gimana nih... bla bla.. bla ... beribu kata-kata keluar dari mulutnya he he he... lek JARWO lek JARWO...

Kalau kejadian seperti di atas, siapa yang akan disalahkan? Kalau sudah tahu tentang burung walet, tentang suara walet, tentang audio setting, dan semaunya sendiri...... ya jangan pakai konsultan atau advisor lah yaoooo Capek deh..!

(bersambung) 

Tidak ada komentar: