Selasa, 05 Agustus 2008

Effektifitas Aroma Walet (Seri 1)

Hampir 2 bulan belakangan ini saya banyak menerima pertanyaan-pertanyaan dari rekan-rekan mengenai effektifitas aroma walet untuk memikat walet. Mereka sangat heran dengan effektifitas aroma yang digunakan sebagaimana dimuat dalam suatu blog. Begitu banyak burung walet yang menempel di tempat yang disemprot dengan aroma walet.

Kegunaan aroma walet telah saya bahas di buku saya Strategi Jitu Memikat Walet termasuk satu formula yang saya berikan, demikian pula banyak formula aroma saya berikan di seminar baik di P. Kapas maupun di Pontianak yang berlangsung baru-baru ini. Kenapa saya menekankan KACASUSU (Kelembaban Cahaya Aroma Suhu dan Suara)? Semua ini sangat berkaitan, tanpa mikro habitat yang memadai burung akan lebih lama untuk masuk atau tinggal di RBW... tanpa suara, burung walet yang berada di kejauhan tidak akan mendekat ke lubang masuk burung.

Aroma walet sudah lama dikenal dan dipergunakan di Indonesia, dan sejak tahun 1990 saya pun sudah menggunakan aroma walet. Pada waktu itu saya membeli di toko perlengkapan budidaya walet, dan tiap 2 minggu sekali saya semprotkan aroma tersebut di RBW. Setelah disemprot dengan aroma tersebut (walau tidak memakai suara panggil), banyak burung walet berdatangan dan masuk ke area yang disemprot dengan aroma tersebut. Memang menakjubkan efek dari aroma tersebut.... namun pada saat aroma tersebut hilang maka burung-burung walet pun tidak banyak yang datang, sehingga aroma walet terus menerus digunakan walau burung walet telah menginap agar populasi burung walet meningkat dengan pesat. 
Namun aroma tersebut lama kelamaan tidak effektif lagi, maka pada tahun 1996 saya mulai melakukan berbagai percobaan untuk membuat aroma walet baik untuk dinding maupun untuk nesting plank.

Bagaimana mengetahui bahwa aroma tersebut effektif?
Sebagaimana saya jelaskan di post sebelumnya bahwa aroma terdiri dari 2 yaitu untuk dinding dan untuk nesting plank.
Aroma untuk dinding dikuaskan atau disemprotkan di dinding dan atau lantai nesting room. Effektifitasnya bisa dilihat dari reaksi burung walet yang memasuki ruangan setelah ruangan tersebut disemprot dan biasanya burung akan bereaksi "ganas" seperti menyambar dinding yang disemprot dengan aroma dinding.
Sedangkan effektifitas aroma nesting plank dapat dilihat dari reaksi burung yang mendekat, menempel dan tinggal di nesting plank yang diolesi aroma dalam waktu yang relatif singkat.

Effektifitas aroma juga ditentukan oleh cara aplikasinya. Banyak orang tidak memperhatikan cara pengunaan atau aplikasinya sehingga hal ini akan mengurangi effektifitas aroma tersebut. Sebagai contoh, aroma tersebut seharusnya disemprotkan ke dinding dan tidak boleh disemprotkan di nesting plank, tapi karena ingin tahu efeknya, disemprotkan juga ke nesting plank. Atau seharusnya disemprotkan di dinding nesting room disemprotkan di lubang masuk burung dan roving room.
Hal seperti ini akan mengurangi effektifitas aroma tersebut. Burung akan lebih banyak memutar-mutar di roving room atau tidak masuk ke roving room dan nesting room karena LMB nya disemprot dengan aroma.
Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan cara penggunaannya dan ikuti ... jangan melakukan cara-cara lain dengan maksud trial... kalau hal ini kita lakukan mungkin kita hanya dapat error nya saja.

Mengingat bahwa banyak aroma walet yang dijual di pasar, maka sebaiknya berhati-hati memilih aroma walet. Di pasaran ada juga aroma walet yang malah membuat burung walet kabur atau burung walet tidak berani masuk ke RBW , dan bahkan ada yang ngawur membuat aroma untuk nesting plank dengan menggunakan ammonia!

Tidak ada komentar: