Rabu, 06 Agustus 2008

Landasan Sarang dari Styrofoam

Berdasarkan pengalaman saya  landasan sarang dari styrofoam ukuran lebar 2 cm , panjang 8 cm dengan ketebalan 2 cm yang diolesi dengan aroma P (untuk nesting plank)  kemudian dipasangkan di nesting plank, dalam waktu kurang dari 4 bulan, landasan sarang tersebut sudah dilapisi oleh liur burung walet.

Landasan sarang dari styrofoam ini mampu meningkatkan populasi burung walet 30 - 50% setahun. Landasan sarang ini berguna sebagai penopang sarang saja, sehingga sarang yang dihasilkan penuh dan besar, tidak seperti sarang imitasi plastik yang hanya sedikt diolesi liur oleh burung walet lalu digunakan untuk bertelur. 

Landasan sarang dari styrofoam ini memaksa dan memicu burung walet untuk membuat sarang secara utuh, karena styrofoam ini tidak dapat digunakan untuk meletakkan telur, oleh karena itu fungsi styrofoam ini akan meningkatkan produksi sarang.

Selain meningkatkan produksi sarang, styrofoam juga menambah populasi si liur emas putih. Populasi walet dan sarang meningkat setelah 2 kali tetasan. Panen dilakukan 8 bulan setelah tetasan terakhir itu. Pada periode pertama tetasan, anak walet menempati sarang yang dibuat induk sehingga sarang diisi 4 walet: induk jantan, betina, dan 2 anak hasil tetasan.

Supaya anakan burung walet tidak menggunakan sarang induknya sebagai tempat berdiam, landasan sarang yang telah diolesi dengan aroma P ini ditempel di dekat sarang induk, yaitu sekitar 10 cm dari sarang induk
Pada saat anakan burung walet matang gonad, yaitu berumur sekitar 9 bulan, maka anakan ini akan mampu membuat sarang di landasan sarang styrofoam.

Supaya anakan tidak kabur, sebaiknya sarang yang ada di landasan sarang dipanen  setelah melewati 2 kali tetasan. Bila 1 kali tetasan sarang induk sudah diambil, dikhawatirkan walet muda yang sedang belajar terbang atau mencengkeram tidak bisa mengenali sarang induknya dan dapat berakibat anakan burung walet akan mudah kabur sehingga populasi tidak meningkat.
Landasan sarang styrofoam dapat rusak dan berlubang, karena anakan burung walet sering mematuk-matuk styrofoam tersebut dan membentuk lengkungan. Oleh karena itu sebaiknya gunakan styrofoam yang lebih tebal, minimal 2 cm.

Tidak ada komentar: