Kamis, 09 Oktober 2008

Hebatnya Laskar Pelangi

Kemarin Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%. Ketika perdagangan saham ditutup pukul 11.08 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006 Rapat digelar pada petang hari untuk memutuskan apakah suspensi akan dilanjutkan pada hari ini (kamis, 9 Oktober 2008) atau tidak. BEI dan BAPEPAM LK tidak dapat membuat keputusan dan akhirnya menunggu Bapak Presiden RI, SBY, yang pada petang hari sedang berada di Mega Blitz untuk menonton film Laskar Pelangi.
Begitu hebatnya Laskar Pelangi sehingga rapat kabinet terbatas untuk membahas anjloknya pasar keuangan Indonesia baru digelar pada pukul 22.00 WIB di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/10/2008) setelah sang Presiden selesai menonton film Laskar Pelangi. Mungkin pak SBY pikir bisa mendapatkan inspirasi dari film ini untuk MENAKLUKKAN DUNIA. Mimpi adalah KUNCI kita untuk Menaklukkan Dunia.

Dalam rapat terbatas itu juga akan diundang menteri-menteri ekonomi, Bank Indonesia, kalangan perbankan, Dirut Bursa Efek Indonesia. Kondisi pasar modal Indonesia benar-benar miris terseret krisis finansial global yang dipicu Amerika. Pasar saham Indonesia bahkan harus ditutup mendadak.

Berikut adalah video clip Laskar Pelangi
video

Film Laskar Pelangi merupakan kisah nyata yang terjadi di P. Belitong penghasil Timah yang seharusnya daerah ini bebas dari kemelaratan, namun pada kenyataannya masih banyak warga yang melarat dan tidak bisa sekolah. SD Muhammadiyah yang bangunannya reot dan nyaris rubuh, bocor sana sini telah melahirkan seorang Andrea Hirata (Ikal) - penulis buku Laskar Pelangi - sang pemimpi yang akhirnya bisa mendapatkan bea siswa ke Paris yang merupakan impian di masa kecilnya. Selama masih ada keamauan pasti ada jalan. Tidak ada yang mustahil bila Tuhan berkehendak.
Salahkah kita bila bermimpi menjadi triliuner dari beternak walet?

Tidak ada komentar: