Sabtu, 11 Oktober 2008

Mendesain Rumah Burung Walet


Sebagaimana kita ketahui bahwa ada beberapa desain rumah burung walet, di antaranya tipe menara A, B, C, O type, serta open roof type. Di dalam buku saya sedikit menyinggung tipe rumah burung walet karena saya tidak menaruh perhatian dengan tipe-tipe RBW, tetapi saya menitikberatkan bagaimana agar RBW dapat segera dihuni oleh burung walet.
Di buku tersebut saya menitikberatkan pada arus putar, jalur terbang burung, penempatan lubang masuk burung dan suara walet untuk memikat burung serta penempatan tweeter.

Untuk menentukan lubang masuk burung, sebaiknya kita mengetahui jalur terbang burung dan arus putar burung, oleh karena itu diperlukan observasi. Obsevasi di lapangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, hal ini bergantung pengalaman seseorang. Bagi orang yang berpengalaman, dengan hanya melihat sepintas lalu saja sudah tahu mengenai jalur terbang dan arus putar burung. Bahkan hanya dengan melalui gambar dan/atau video yang dikirim melalui MMS atau melalui email, sudah dapat menentukan letak lubang masuk burung yang effektif.
Bagi orang yang belum berpengalaman memang perlu untuk observasi sampai naik ke atas genting untuk melongok lubang masuk burung tetangga atau bahkan mencuri pandang internal desain rumah burung tetangga.
Memang benar di dalam buku SJMW, saya sebutkan bila di lokasi tersebut terdapat RBW yang telah berproduksi dan sukses sebaiknya kita membuat desain RBW dan LMB yang sama dengan RBW tersebut. Maksudnya? Silakan baca lagi buku SJMW, di sini saya bahas koq.

Jadi, kalau memang berpengalaman dalam bidang budidaya walet, dalam hal ini desain RBW, tidak perlulah memanjat sampai ke atas genting untuk mengetahui jalur terbang dan arus putar burung. Kalau hal ini kita lakukan, ini menunjukkan bahwa kita tidak memahami basic concept budidaya burung walet.

You know what I mean. Good Luck!

Tidak ada komentar: