Selasa, 09 Juni 2009

Kelelawar juga Memangsa Burung


Selama ini kita berpendapat bahwa kelelawar hanya memakan serangga dan buah-buahan dan jarang ditemukan bahwa kelelawar juga memangsa burung (termasuk juga memangsa burung seriti atau burung walet).

Tiga bulan lalu saya bersama dengan rekan saya, Aries T dan Aan W., pergi ke rumah burung walet yang berada di Banjarsari, Saketi - Banten.
Kami menemukan ada 2 ekor kelelawar di lantai 3 di dalam rumah burung walet (RBW), kami berusaha untuk membunuhnya, namun tidak satu kelelewar yang terbunuh... karena dengan sigapnya kelelawar tersebut terbang ke luar.
Aan pada waktu itu berpikir bahwa kelelawar tidak mengganggu burung walet, toh di habitat aslinya (gua) burung walet juga satu tempat tinggal dengan kelelawar.

Esok harinya kami masuk lagi ke dalam RBW, kami menemukan beberapa burung walet yang tinggal sayapnya saja dan darahnya masih segar. Kami berpikir bahwa tikus atau tokek yang memangsanya.
Namun, racun tikus yang kami pasang tidak disentuh oleh tikus. Pada hal sebulan sebelumnya kami menaruh racun tikus habis dimakan oleh tikus dan seminggu kemudian kami memasang umpan lagi, dan hanya sedikit racun tikus yang di makan. Dan kami menemukan banyak bangkai tikus baik di luar dan di dalam RBW. Sekarang racun tikus tidak dimakan, artinya populasi tikus udah jauh berkurang dan bahkan tidak ada.
Sebagai catatan: menu umpan tikus yang digunakan selalu berganti, hal ini dimaksudkan agar tikus tidak "bosan".
Kami berpikir bahwa pemangsa yang masih ada adalah tokek.
Saya meneliti ruangan yang ada di lantai 3, saya menemukan banyak bulu burung walet di lantai tepat di bawah tempat kelelawar biasanya bergelantung.
Pada waktu itu saya berpikir, apakah mungkin kelelawar memangsa burung walet? di tengah-tengah keraguan saya, saya mencoba mencari tahu / browsing di internet dan ternyata benar bahwa kelelawar memang memangsa burung.

Berikut ini adalah artikel yang saya baca, yang dimuat di Kompas Cyber Media.

Washington : Kelelawar, hewan yang dipuji karena memangsa nyamuk dan hama lain sekaligus dimaki karena suka menghisap darah dan menyebarkan rabies, sepertinya memiliki kebiasaan buruk lain. Mereka diduga doyan pula makan burung berkicau.

Beberapa peneliti Spanyol dan Swiss mengaku telah menemukan bukti kontroversial bahwa sejenis kelelawar besar sering memangsa burung-burung kecil ketika mereka bermigrasi di kegelapan malam sepanjang Mediterania.

Para peneliti mengatakan, kelelawar-kelelawar malam raksasa yang memiliki bentang sayap hingga 45 centimeter tersebut, hampir sepenuhnya makan serangga sepanjang musim semi. Tapi mereka mengubah menu utamanya menjadi daging burung-burung selama musim gugur.

Selama ini tidak ada hewan lain yang memangsa burung-burung dengan pola migrasi malam hari itu. Dan sepertinya jenis kelelawar ini pun belum lama mencoba jenis makanan baru tersebut. “Selama bebeapa juta tahun, kelelawar belajar memakan berbagai jenis makanan, termasuk serangga, sari bunga, buah-buahan, hewan-hewan kecil, bahkan darah,” ujar Ana Popa-Lisseanu dan Carlos Ibanez dari Badan Penelitian Ilmiah di Seville, Spanyol. “Bukan tidak mungkin kini mereka belajar makan burung.”

Pada mulanya para peneliti hanya menemukan bulu-bulu burung dalam kotoran kelelawar. Hal ini menimbulkan pertanyaan, di mana sebagian peneliti yakin kelelawar-kelelawar itu secara tidak sengaja menyantap bulu-bulu yang terbang di udara.

Namun untuk meyakinkan pendapat itu, para peneliti kemudian menganalisa darah kelelawar yang diduga memangsa burung. Mereka meneliti senyawa kimia dalam darah kelelawar guna mengetahui apa yang telah dimakan hewan-hewan tersebut.

Akhirnya ditemukan bukti cukup kuat bahwa mamalia-mamalia terbang itu hanya makan serangga pada musim panas, makan sedikit burung di musim semi, dan pada musim gugur, mereka lebih suka menyantap burung. ini mengikuti jadwal migrasi burung berkicau dari Afrika kembali ke Eropa yang berlangsung di musim gugur.

Burung-burung ini sebagian besar berukuran kecil, dengan rata-rata massa tubuh hanya 20 gram. Merekalah yang kemudian menjadi mangsa empuk kelelawar-kelelawar besar dari jenis Nyctalus lasiopterus. Sejauh ini tidak ada pemangsa lain yang dilaporkan menyergap kawanan penerbang malam itu.

Sumber: Reuters

Tidak ada komentar: