Selasa, 25 November 2008

Suara Nyanyian dan Panggilan (I)

Suara Nyanyian dan Panggilan (Bird's Song and Calling Sound) Burung dapat membuat suara dengan cara mematuk-matukkan paruhnya ke kayu (burung pelatuk), mengadu paruhnya, namun pada umumnya suara burung berasal dari suatu organ suara yang disebut syrinx. Syrinx memiliki sepasang membran yang akan bergetar dan mengeluarkan suara ketika udara dari paru-paru melewatinya. Nada atau intonasi suara yang dihasilkan dikontrol oleh otot syrinx. Burung yang memiliki lebih banyak otot pada organ suara akan lebih banyak mengeluarkan suara yang bervariasi. Misalnya burung Murai Batu memiliki banyak otot organ suara, sehingga suara yang dihasilkan sangat bervariasi dan mempunyai suara yang panjang serta merdu. Burung ini mempunyai kemampuan untuk meniru berbagai macam suara burung lainnya.

Suara Nyanyian dan Panggilan
Banyak ahli burung membedakan suara burung menjadi dua, yaitu suara nyanyian dan suara panggilan berdasarkan nada, panjang dan pendeknya suara serta variasi suara.
Nyanyian burung berkaitan dengan berkembang biak sedangkan suara panggilan berkaitan dengan aktifitas mempertahankan diri. Suara panggilan merupakan suara yang sederhana dan pendek, biasanya tek tek, chir chir, twet twet, cek cekrek, dan lain lain. Suara pendek ini dipergunakan untuk memberi peringatan kepada rekan-rekannnya jika ada predator yang mendekat. Sering kita lihat bahwa sekelompok burung walet akan sangat ribut jika ada seekor burung elang yang terbang rendah mendekatnya. Suara pendek ini juga digunakan untuk mengusir musuh. Sering juga kita lihat burung alap-alap dan burung elang yang sedang bertengger di pohon dikelilingi oleh burung walet atau seriti yang mengeluarkan suara dengan tujuan untuk mengusir burung pemangsa tersebut dan sering pula burung walet beramai-ramai melakukannya sambil mengejar burung alap-alap atau burung elang sambil berteriak-teriak sehingga sang alap-alap atau elang melarikan diri seolah-olah mereka berhasil membuat sang burung elang ketakutan dan melarikan diri.

Beberapa jenis burung yang hidup di daerah empat musim dan melakukan migrasi secara berkelompok, menggunakan suara panggilan untuk mengkoordinasi kelompoknya selama perjalanan migrasi yang panjang. Burung yang sedang bersarang, panggilan dari anaknya akan memandunya untuk kembali ke sarang. Setelah mencari makanan anaknya, induk akan mengikuti suara burung muda di sarang sehingga tidak kesasar. Selama bersarang, terutama saat mengerami, jenis suara panggilan juga digunakan kedua induk untuk menandai pergantian waktu antara mengerami dan mencari makan.

(bersambung)

Tidak ada komentar: