Jumat, 04 Mei 2012

Indonesia dalam waktu dekat bisa langsung menjual produk sarang burung waletnya ke China

Jakarta - Indonesia dalam waktu dekat bisa langsung menjual produk sarang burung waletnya ke China.

Menteri Pertanian RI, Suswono mengatakan selama ini produk sarang walet Indonesia di ekspor melalui perantara Malaysia baru kemudian dikirim ke China

"Kita sudah melakukan perdagangan langsung yang selama ini melalui Malaysia, sekarang sudah bisa langsung ke China, tentu ada standarisasi yang akan dijadikan standar bersama antara China dan Indoensia, sekarang ini sedang dibahas dengan China," ungkapnya di kantor Kemetrian Pertanian, Selasa (1/5/2012).

Suswono belum bisa memastikan kapan produk sarang walet Indonesia bisa diekspor langsung ke China, tetapi dia optimis dalam waktu dekat ekspor bisa langsung dilaksanakan.

"Sedang mendatangani masalah teknis, semoga dalam waktu dekat bisa langsung kembali di ekspor," sebutnya.

Sebelumnya Pemerintah China melarang impor sarang burung walet dari Malaysia, padahal 80% dari produk yang di ekspor melalui Malaysia merupakan produk sarang burung walet indonesia. Pengusaha sarang burung walet Indonesia, setiap tahunnya bisa menghasilkan 400 ton sarang burung walet, dari 400 ton itu, 200 ton di ekspor. 

Menurut Suswono akibat larangan impor tersebut, harga pasar sarang burung walet jatuh level terendah.

"Harga sedang dititk nadir, Rp 5 juta per kilo padahal harga normal Rp 37 juta per kilo," tambahnya.

Suswono optimistis jika penjulan langsung ke China bisa cepat terealisir, Indonesia akan memperoleh devisa dan pendapatan yang lebih besar.

Seperti diketahui harga sarang burung walet normal per kilo Rp 37 juta dengan nilai ekspor 200 ton. Ekspor Indonesia bisa mencapai Rp 7,4 triliun.

Sumber : www.detik.com

Tidak ada komentar: