Sabtu, 13 Desember 2008

Ketika Nangka Tak Berbaju

Ketika Nangka Tak Berbaju
Oleh trubusid, Sumber: Trubus Online
Senin, Desember 01, 2008 02:56:41

Seratus lima puluh pasang mata terbelalak diikuti gumaman 'wow....!' panjang. Detik berikutnya kilatan lampu blitz bertubi-tubi menghujani foto nangka tanpa kulit yang terpampang di layar teater Dewi Sri, Taman Wisata Mekarsari (TWM), Bogor.

Para peserta Simposium Buah Internasional ke-4 wajar terkaget-kaget melihat foto nangka telanjang itu. Artocarpus heterophylus itu memang nyleneh. Di sekujur buah terlihat tonjolan tak beraturan. Warnanya kuning terang dengan ujung sedikit menonjol kehijauan. Itu tak lain nyamplung yang biasanya tertutup kulit. 'Saya baru melihat nangka seperti ini,' ujar Frank Sekiya, penangkar buah tropis di Hawaii.

Rasa manis langsung manggetarkan lidah waktu Trubus mencicipi nangka tanpa baju itu pada Oktober 2008. Teksturnya renyah dan kering. Tingkat kemanisannya mencapai 15o briks. Memang tak semanis nangka biasa yang umumnya 18o briks. Namun, justru itu yang membuatnya lebih segar dan tidak terlalu legit.

Bekasi vs Kudus
Bibit nangka telanjang koleksi TWM didapat dari Bekasi. Waktu itu, pada 2004, pohon nangka umur 3 tahun milik Ikhsan pertama kali berbuah. Uniknya semua tanpa kulit. Gregori Garnadi Hambali, pakar buah TWM, yang mendengar berita langsung tertarik. Bermodal 4 batang bawah didapat 4 bibit hasil sambung susu. Dua bibit ditanam di TWM, sisanya ditanam di kediaman Greg. Namun, hanya 2 pohon yang bertahan.

Tiga tahun berselang pohon di TWM mulai berbuah. Buahnya persis seperti tanaman induk di Bekasi. Sampai umur 2,5 bulan pascabunga, bentuk buah masih normal. Setelah itu, kulit mulai pecah disusul dengan munculnya tonjolan-tonjolan. Dua minggu kemudian, buah menguning tanda siap dipanen. Kondisinya semua nyamplung tanpa kulit. Dari semua buah yang muncul, karakternya sama. Artinya, kelainan itu sudah stabil.

Ukuran buah dan jumlah nyamplung normal. Buah berbobot 14 kg dengan panjang 65 cm, jumlah nyamplungnya mencapai 200 buah. Dengan penyerbukan buatan-bunga jantan nangka biasa diserbukkan ke bunga betina nangka telanjang-jumlah nyamplung dua kali lipat daripada penyerbukan alami.

Penampilan nangka telanjang dari Bekasi itu mengingatkan Trubus pada buah serupa asal Kudus. Di kota Jenang itu Mujib Bambang Santoso juga memanen nangka tanpa baju. Bibitnya asal biji yang didapat dari rumah sang kakek di Banyuwangi.

Sifat asli
Yos Sutioso?pakar fisiologi tumbuhan di Jakarta?menduga kelainan tanpa kulit disebabkan hilangnya gen pembentuk kulit karena mutasi. Greg justru berpendapat sebaliknya. 'Sifat tanpa kulit itu mungkin malah sifat asli nangka,' tutur master biologi dari Universitas Birmingham, Inggris, itu.

Dari sifat tanpa kulit muncul mutasi yang berkulit dengan kemampuan adaptasi jauh lebih baik. Makanya, hanya nangka berkulit yang tersisa. Namun, nangka berkulit punya peluang bermutasi ke sifat asalnya yang tanpa kulit. Seperti yang ada di TWM, Bekasi, Kudus, dan Banyuwangi. (Nesia Artdiyasa)

Tidak ada komentar: