Selasa, 03 Februari 2009

Pancing Walet Bersarang

Pancing Walet Bersarang
Oleh trubusid
Rabu, Oktober 08, 2008 11:12:22 Klik: 546

Saya baru membangun satu lantai tambahan di atas rumah walet. Bangunan dasar berukuran 9 m x 4 m x 4 m dan lantai kedua berukuran 9 m x 4 m x 2,5 m. Untuk menurunkan suhu dan menambah kelembapan, di lantai kedua dibuat aliran air melalui pipa PVC berlubang setiap 1,5 m yang dipasang setinggi 1,5 m. Sprinkle kabut dipasang di beberapa tempat: depan pintu keluar-masuk, atap, dan kolam air di luar bangunan. Bagian plafon dicor plat besi setebal 12 cm. Lantai pertama dan kedua dihubungkan voil berukuran 1 m2. Lubang keluar-masuk walet di lantai dasar menghadap timur dan utara. Di lantai kedua, lubang menghadap utara dan selatan. Suhu dan kelembapan dalam rumah pada siang hari berkisar 27-28oC dan 85%. Saat ini sriti sudah mau menetap di lantai dasar sebanyak 86 sarang. Walet pun mau keluar-masuk ruangan melalui lubang atas dan bawah, meski belum mau menetap. Yang ingin ditanyakan:

Apakah dapat dilakukan putar telur sriti dengan walet? Jika ya, berapa jumlah telur yang diganti agar populasi walet dapat berkembang?
Bagaimana mengubah lubang keluar-masuk walet di lantai dasar yang menghadap timur yang selama ini menjadi jalan masuk sriti?
Apakah iklim mikro dalam rumah walet sesuai?
M. Nasuki, SH
Jl. Ngagel Tama 14
Surabaya 60283


Boedi Mranata,
Sulit memancing walet masuk dan bersarang tanpa dilakukan putar telur. Namun, teknik putar telur sebaiknya dilakukan bila sarang sriti mencapai 100 buah. Jika kondisi itu belum tercapai, dikhawatirkan populasi sriti menurun drastis, sementara populasi walet belum berkembang. Idealnya, perkembangan populasi walet dan sriti terjadi bersamaan sehingga saat populasi walet banyak, populasi sriti terhambat dengan sendirinya. Sebab bila jumlahnya seimbang, walet yang bertubuh lebih besar bisa mendesak keberadaan sriti yang sosoknya lebih kecil.
Selain teknik putar telur, penggunaan CD pemancing pun dapat mengundang walet masuk. Suara-suara dari CD itu dapat mengecoh walet, sehingga mengira di dalam rumah sudah banyak populasi walet.

Lubang keluar-masuk walet sebaiknya diletakkan pada lebar tembok terpendek, 4 m. Dengan demikian meskipun tembok itu menghadap ke timur, cahaya matahari menembus ke dalam ruangan lebih sedikit sehingga kondisi ruangan menjadi remang-remang. Jika masih terlalu terang, bagian luar lubang masuk dapat diberi overstack yang menjorok ke depan dengan ukuran panjang dan lebar: 1,5 m dan 4 m. Lubang keluar-masuk walet yang tidak diinginkan dapat ditutup perlahan-lahan selama 2 bulan.
Misalnya, lubang berukuran 80 cm x 15 cm, dapat ditutup bertahap 20 cm mulai dari bagian tepi. Selang 2 minggu ditutup kembali selebar 20 cm. Begitu seterusnya hingga lubang itu dapat tertutup rapat.
Iklim mikro rumah walet Anda sudah ideal. Namun, sebaiknya cahaya yang masuk ke rumah diperkecil agar kondisi dalam rumah walet tidak terlalu terang.***

Tidak ada komentar: