Jumat, 11 Januari 2008

Hati hati dengan "Konsultan"

Beberapa hari yang lalu rekan saya yang baru saya kenal 3 bulan lalu menghubungi saya melalui hand phone.

Dia bercerita bahwa pada tahun lalu ditengah keputus-asaannya, dia diperkenalkan oleh temannya dengan seorang yang mengaku konsultan walet, yang dapat memasukkan burung walet ke rumah burung walet (RBW) nya.
RBW miliknya sudah 3 tahun lebih tidak dihuni oleh sang burung penghasil "emas putih", berbagai cara ditempuhnya, berbagai konsultan burung walet telah dipanggilnya untuk menangani RBW nya, namun hasilnya NIHIL. Akhirnya dia diperkenalkan oleh temannya dengan seorang konsultan tersebut di atas.

Kondisi yang ditawarkan oleh konsultan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Jangka waktu kontrak pengelolaan 1 (satu) tahun.
2. Biaya perjalanan dan akomodasi ke RBW tersebut ditanggung oleh pemilik RBW.
3. Biaya peralatan dan perlengkapan RBW disediakan oleh konsultan dan pemilik RBW harus membayar biaya tersebut ke konsultan.
4. Biaya renovasi dan perbaikan (bilamana perlu) ditanggung oleh pemilik RBW.
5. Kunci RBW dipegang dan disimpan oleh konsultan selama pengelolaan dan penanganannya.
6. Bila dalam jangka waktu 1 tahun ada sarang burung (SB) utuh sebanyak 30 sarang, maka pemilik RBW harus membayar sebesar Rp. 25.000.000.- ke konsultan. Bila jumlah SB kurang dari 30 sarang tapi lebih dari 10 sarang maka dihitung secara prorata.
Bila kurang dari 10 sarang, maka tidak usah bayar alias gratis atau FREE.

Melihat kondisi seperti di atas, maka tertariklah sang pemilik RBW ini karena sudah putus asa, dan tidak ada salahnya tawaran ini diterima... demikian pikirnya... dan akhirnya DEAL.

Setiap bulan konsultan dan pemilik pergi ke RBW yang terletak di luar pulau, 1 bulan berlalu.... tidak ada perubahan, hanya peralatan dan perlengkapan serta renovasi yang dilakukan konsultan dan pemilik membayar seluruh biayanya. Bulan kedua, tiada juga burung yang singgah. Bulan ketiga, mulailah konsultan berusaha menghindar untuk meninjau RBW. Bulan keempat, tidak ada juga burung yang bersarang.... burung hanya satu dua yang berputar-putar di luar RBW.
Bulan kelima, mulailah konsultan "menghilang", tidak dapat dihubungi per telpon, disambangi ke rumahnya juga tidak ada.
Bulan keenam, pemilik RBW akhirnya bertemu dengan konsultan dan akhirnya terjadilah "perang" di antara mereka dan berakhir disobek-sobeknya kontrak mereka. GAGAL!!! RBW nya tetap kosong.
Siapakah yang diuntungkan? Konsultan lah yang diuntungkan karena dia jadi PREMAN.... pre makan, untung dari biaya renovasi dan dari peralatan & perlengkapan RBW. Kalau berhasil dia akan lebih untung, kalau tidak berhasilpun dia juga sudah untung. Untung karena ada yang mengajak jalan-jalan gratis, untung ada yang memberi tempat tingggal dan makan gratis, untung dari pembelian peralatan dan perlengkapan RBW.

Untuk itu kita harus hati-hati dengan Konsultan apalagi dengan Paranormal atau DuKun (ada uDu ya ruKun).

Tidak ada komentar: