Minggu, 20 April 2008

Memikat Burung Walet menggunakan Makanan

Burung walet sebagai mahluk hidup membutuhkan makanan untuk dirinya dan untuk anak-anak yang sedang diasuhnya.
Untuk kelangsungan hidupnya, burung walet akan mencari makanan untuk dirinya dan anak-anaknya. Sepanjang hari burung walet terbang ke sana ke mari untuk memburu serangga, makanannya.
Burung walet setiap harinya membutuhkan paling sedikit 5 gram serangga untuk dirinya sendiri, maka bila burung walet sedang mengasuh sepasang anaknya, maka induk walet ini membutuhkan paling sedikit 10 gram setiap harinya.
Ketersediaan serangga ini bergantung pada musim, bila musim hujan dan tidak banyak angin maka akan banyak serangga terbang, sedangkan bila musim kemarau atau angin kencang maka serangga terbang akan berkurang. Pada saat inilah burung walet akan terbang jauh mencari makan dan akan pulang larut petang.



Penyediaan serangga terbang (sebagai extra feeding) oleh pemilik rumah walet akan sangat membantu burung walet untuk mendapatkan makanannya dengan lebih mudah, paling tidak sebagai "snack" untuk menangsal perutnya sebelum terbang jauh mencari serangga kesukaannya.

Untuk Rumah Burung Walet yang kosong dan dalam proses memikat burung walet agar masuk dan tinggal di rumah tersebut, selain menggunakan suara tiruan sebaiknya menyediakan serangga terbang yang dapat dibuat sendiri dengan menggunakan buah-buahan seperti nangka, pisang, nanas di baskom yang berisi air, hal ini dimaksudkan agar buah-buahan tersebut tidak cepat kering dan lalat buat (fruit fly) atau drsosophila sp. dapat terus menerus berkembang biak di media tersebut. Media ini dapat ditempatkan di roving room rumah burung walet. Atau dengan menggunakan tapioka (gaplek), dedak atau jagung yang ditumpuk di roving room. Serangga yang dihasilkan akan diburu oleh burung walet dan burung walet akan sering berdatangan karena ada makanannya.... perlu dicermati bahwa "Cinta datang dari Perut lalu turun ke Hati" dan bukan dari mata turun ke hati... bila kondisi di dalam RBW memadai, maka burung walet akan tinggal di RBW tersebut dengan dinina-bobokan oleh suara walet yang mengalun bak di tengah koloninya....

Cinta datang dari perut.... kalau perut kenyang tidak akan ada demonstrasi, tidak akan ada protes, tidak ada keributan dan tidak ada yang akan kabur meninggalkan rumahnya.... untuk itu sebaiknya sediakan makanan burung walet baik di pekarangan RBW maupun di dalam RBW secara kontinyu (continuous supply).


Berikut ini adalah link liputan seminar di Kuala Terengganu, Malaysia, di mana saya sebagai pembicara seminar Budidaya Burung Walet:

-. Teknik Budidaya Walet : http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/04/01/penemuan-baru-teknik-membudidaya-walit/

-. Beternak Serangga di dalam Rumah Walet: http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/04/02/menternak-serangga-untuk-memikat-walit/

-. Seminar Industri Walit Peserta dari Negara ASEAN di P. Kapas - Terengganu, Malaysia:
http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/03/30/nzn-niaga-berjaya-menganjurkan-seminar-walit-asia-tenggara/

Klipping Koran lokal - Kuala Terengganu mengenai Seminar Budidaya Walet, di mana saya sebagai Keynote Speaker, saya duduk di barisan depan ke lima dari kiri.

Tidak ada komentar: