Kamis, 13 Maret 2008

Sarang Merah

Jaman dahulu orang sering menyebut sarangmerah sebagai sarang darah, pada kenyataannya dan sejak dulupun dimengerti bahwa sarang merah terjadi karena proses alamiah yang terjadi di dalam rumah burung walet, namun karena harga sarang merah ini lebih tinggi dibandingkan harga sarang putih, maka banyak orang merahasiakan proses terjadinya sarang merah.
Pada waktu itu saya katakan bahwa sarang merah bukanlah sarang darah atau dihasilkan oleh burung yang tua dan liur yang dikeluarkan mengandung darahnya, tapi hal itu terjadi karena proses decompose yang juga dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban rumah burung walet.

Secara logika, bila darah tersebut kering tentunya warnanya tidak lagi merah tapi berubah warnanya menjadi coklat kehitam-hitaman dan bahkan hitam.

Pada awalnya sarang tersebut berwarna putih, karena adanya proses dekomposisasi atas kotoran burung walet/sriti dan suhu & kelembaban di dalam rumah walet akhirnya gas yang dihasilkan dari proses decompose tersebut mengenai sarang burung walet tersebut sehingga warnanya berubah dari putih ke putih kekuning-kuningan, orange dan akhirnya sarang tersebut berwarna merah dan bahkan berwarna merah darah. Proses ini memakan waktu sekitar 3 - 6 bulan.

Sarang warna merah dengan proses alami akan berbeda dengan sarang warna merah yang dibuat secara instan.

Banyak sarang merah yang dibuat di luar rumah burung walet, dalam arti kata prosesnya dilakukan secara sengaja dengan membuat kolam ukuran 1m x 1m dan memasukkan kotoran burung walet ke kolam tersebut dan seterusnya.... warna merah disarang tersebut rata, semuanya berwarna merah dan tidak seperti yang terjadi secara alami di rumah burung walet.
Oleh karena itu kita harus teliti dalam membeli sarang merah.

Tidak ada komentar:

GRAND OPENING CHICKEN CRUSH VILLA MELATI MAS, SERPONG

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, pada tanggal 17 Oktober 2019 dilakukan pemberkatan tempat usaha resto Chicken Crush yang terletak di Ru...