Semua mahluk hidup membutuhkan makanan. Burung walet pun membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya dan anak-anaknya.
Penyediaan makanan dengan menggunakan insect powder, buah-buahan yang matang dan dibusukkan, tepung kedelai dan tepung gandum dan lain sebagainya adalah untuk menumbuhkan serangga di dalam maupun di luar rumah burung walet.
Dengan menyediakan makanan walet (berupa serangga) di lingkungan rumah burung walet akan membuat burung walet tidak jauh mencari makanan, untuk itu sebaiknya di lingkungan rumah burung walet (RBW) ditanam pohon-pohon yang dapat digunakan sebagai tempat berkembang biaknya serangga terbang atau sebagai tempat persembunyian serangga.
Pohon-pohon tersebut dapat berupa pohon buah-buahan seperti jambu air, pisang, dan markisa. Atau pohon-pohon lainnya seperti petai cina (lamtoro), loa gondang, dadap merah dan mengkudu.
Dengan banyaknya pepohonan yang beragam di sekitar RBW kita, maka serangga makanan walet tetap ada sepanjang musim.
Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kalau kita tidak mempunyai lahan yang luas untuk menanam pepohonan tersebut dan seberapa banyak pohon yang harus ditanam untuk menyediakan makanan burung walet.
Cara yang mudah adalah dengan menebarkan biji-bijian misalnya biji petai cina, mengkudu dan loa gondang di lahan-lahan yang kosong di sekitar RBW kita, yaitu lahan-lahan kosong di sepanjang jalan menuju ke RBW kita, pinggir jalan dan tanah kosong milik tetangga atau milik negara. Dan akan lebih baik bila pemilik - pemilik RBW ikut serta dalam program pemerintah penanaman sejuta pohon yaitu dengan cara ikut serta mendanai penanaman sejuta pohon di daerahnya masing-masing.
Dengan menjaga kelestarian alam, burung walet juga akan memberi rejeki yang berlimpah kepada kita.
Emangnya gampang memikat walet?? Memang benar enak jadi trilliuner, tapi emangnya gampang???
Selasa, 03 Juni 2008
Selasa, 27 Mei 2008
Senin, 12 Mei 2008
Sabtu, 10 Mei 2008
Mind Set - Winning Strategy for Winning People
Buku berjudul Mind Set Winning Strategy for Winning People ditulis oleh J.I Michell Suharli.
Michell adalah lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Katolik Atma Jaya, yang juga adik kelas saya.
Beberapa tahun yang lalu, Michell pernah menjadi Assiten saya pada waktu saya mengajar Intermediate Accounting di Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta. Sampai sekarangpun Michell juga masih mengajar di kampus kami di program Magister Manajemen Unika Atma Jaya Jakarta.
Beberapa tahun yang lalu, Michell pernah menjadi Assiten saya pada waktu saya mengajar Intermediate Accounting di Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta. Sampai sekarangpun Michell juga masih mengajar di kampus kami di program Magister Manajemen Unika Atma Jaya Jakarta.
Kami satu almamater Orange Jacket, mempunyai profesi yang sama yaitu sebagai dosen.
Sebagaimana yang sering saya sampaikan dalam blog ini, Forum Komunikasi Peternak Walet dan Seminar di bidang Budidaya Walet bahwa kunci kesuksesan adalah dedikasi yang tinggi, Positive Thinking, dan jangan pernah mengabaikan Mind Power... kekuatannya luar biasa dan.... yakinlah pada MESTAKUNG (Semesta Alam Mendukung).
Proklamator negara kita dan Presiden RI pertama, bung Karno sering mengatakan "Gantungkan cita-citamu setinggi langit", pada waktu saya masih SD saya berpikir langit kan tinggi dan tidak ada batasnya dan menggantungkannya di mana? memangnya awan bisa untuk menggantungkan cita-cita ku??? Begitu pikir saya.... tapi setelah beranjak dewasa, saya menyadari bahwa kita harus punya impian dan cita-cita yang tinggi dan yang mungkin secara rasional pada saat ini kita tidak bisa mencapainya.
Dengan mempunyai impian dan cita-cita tentunya kita juga harus mempunyai kemauan dan menerapkan rencana agar impian tersebut menjadi kenyataan dan cita-cita dapat tercapai.
Sebagaimana yang sering saya sampaikan dalam blog ini, Forum Komunikasi Peternak Walet dan Seminar di bidang Budidaya Walet bahwa kunci kesuksesan adalah dedikasi yang tinggi, Positive Thinking, dan jangan pernah mengabaikan Mind Power... kekuatannya luar biasa dan.... yakinlah pada MESTAKUNG (Semesta Alam Mendukung).
Proklamator negara kita dan Presiden RI pertama, bung Karno sering mengatakan "Gantungkan cita-citamu setinggi langit", pada waktu saya masih SD saya berpikir langit kan tinggi dan tidak ada batasnya dan menggantungkannya di mana? memangnya awan bisa untuk menggantungkan cita-cita ku??? Begitu pikir saya.... tapi setelah beranjak dewasa, saya menyadari bahwa kita harus punya impian dan cita-cita yang tinggi dan yang mungkin secara rasional pada saat ini kita tidak bisa mencapainya.
Dengan mempunyai impian dan cita-cita tentunya kita juga harus mempunyai kemauan dan menerapkan rencana agar impian tersebut menjadi kenyataan dan cita-cita dapat tercapai.
Apa hubungan buku ini dengan budidaya walet??
Dalam bab 4 buku ini dijelaskan bagaimana memilih bidang usaha yang ditekuni.
Bila kita menekuni bidang budidaya walet tentunyalah kita harus fokus, tekun dan berdedikasi yang tinggi untuk mengembangkan usaha budidaya walet.
Dengan kemauan dan mencintai bidang budidaya walet ini, kesuksesan akan terjadi.... dan tentunya jangan lupa menerapkan Strategi Jitu Memikat Walet... he he he he...
Buku ini tentang strategi untuk mencapai kesuksesan yang mampu membuat seseorang menikmati kesuksesan dengan perasaan bahagia.
Buku ini terdiri dari 11 bab yang saling berurutan.
Buku ini tentang strategi untuk mencapai kesuksesan yang mampu membuat seseorang menikmati kesuksesan dengan perasaan bahagia.
Buku ini terdiri dari 11 bab yang saling berurutan.
Bab 1 diawali dengan strategi menghadapi perubahan, yakni dengan menjadi agent of progress dalam perubahan.
Bab 2 strategi menetapkan impian/cita-cita yang spesifik.
Bab 3 strategi memberi hasrat pada impian sehingga ada alasan yang kuat untuk mencapai impian.
Selanjutnya bab 4 merupakan strategi memilih bidang apa yang ditekuni. Intinya bekerjalah di bidang yang dicintai.
Bab 5 membahas strategi belajar, yaitu belajar dari yang terbaik dan take action.
Bab 6 mengupas tentang strategi bergaul, yaitu lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman satu visi.
Bab 7 berisi strategi berkomunikasi, yaitu smart communicating. Empat bab berikutnya adalah strategi memanfaatkan hukum-hukum alamiah.
Bab 8 berisi strategi memberdayakan hukum “tarik menarik”. Intinya apa yang kita pikirkan akan menarik semesta mewujudkannya.
Bab 9 berisi strategi melaksanakan hukum “tabur-tuai”. Intinya apa yang ditabur, itu yang dituai.
Bab 10 berisi strategi mempraktekan hukum keberuntungan, intinya keberuntungan dapat direncanakan.
Bab 11 adalah bab terakhir yang berisi berperilaku mengikuti hukum “rezeki-malang”, intinya rezeki bisa dipupuk dan bencana dapat dijauhi.
Buku ini dapat diperoleh di toko buku Gramedia di seluruh Indonesia dan toko-toko buku terkenal lainnya.
Salam Winner
Salam Winner
Minggu, 20 April 2008
Memikat Burung Walet menggunakan Makanan
Burung walet sebagai mahluk hidup membutuhkan makanan untuk dirinya dan untuk anak-anak yang sedang diasuhnya.Untuk kelangsungan hidupnya, burung walet akan mencari makanan untuk dirinya dan anak-anaknya. Sepanjang hari burung walet terbang ke sana ke mari untuk memburu serangga, makanannya.
Burung walet setiap harinya membutuhkan paling sedikit 5 gram serangga untuk dirinya sendiri, maka bila burung walet sedang mengasuh sepasang anaknya, maka induk walet ini membutuhkan paling sedikit 10 gram setiap harinya.
Ketersediaan serangga ini bergantung pada musim, bila musim hujan dan tidak banyak angin maka akan banyak serangga terbang, sedangkan bila musim kemarau atau angin kencang maka serangga terbang akan berkurang. Pada saat inilah burung walet akan terbang jauh mencari makan dan akan pulang larut petang.
Penyediaan serangga terbang (sebagai extra feeding) oleh pemilik rumah walet akan sangat membantu burung walet untuk mendapatkan makanannya dengan lebih mudah, paling tidak sebagai "snack" untuk menangsal perutnya sebelum terbang jauh mencari serangga kesukaannya.Untuk Rumah Burung Walet yang kosong dan dalam proses memikat burung walet agar masuk dan tinggal di rumah tersebut, selain menggunakan suara tiruan sebaiknya menyediakan serangga terbang yang dapat dibuat sendiri dengan menggunakan buah-buahan seperti nangka, pisang, nanas di baskom yang berisi air, hal ini dimaksudkan agar buah-buahan tersebut tidak cepat kering dan lalat buat (fruit fly) atau drsosophila sp. dapat terus menerus berkembang biak di media tersebut. Media ini dapat ditempatkan di roving room rumah burung walet. Atau dengan menggunakan tapioka (gaplek), dedak atau jagung yang ditumpuk di roving room. Serangga yang dihasilkan akan diburu oleh burung walet dan burung walet akan sering berdatangan karena ada makanannya.... perlu dicermati bahwa "Cinta datang dari Perut lalu turun ke Hati" dan bukan dari mata turun ke hati... bila kondisi di dalam RBW memadai, maka burung walet akan tinggal di RBW tersebut dengan dinina-bobokan oleh suara walet yang mengalun bak di tengah koloninya....
Cinta datang dari perut.... kalau perut kenyang tidak akan ada demonstrasi, tidak akan ada protes, tidak ada keributan dan tidak ada yang akan kabur meninggalkan rumahnya.... untuk itu sebaiknya sediakan makanan burung walet baik di pekarangan RBW maupun di dalam RBW secara kontinyu (continuous supply).
Berikut ini adalah link liputan seminar di Kuala Terengganu, Malaysia, di mana saya sebagai pembicara seminar Budidaya Burung Walet:
-. Teknik Budidaya Walet : http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/04/01/penemuan-baru-teknik-membudidaya-walit/
-. Beternak Serangga di dalam Rumah Walet: http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/04/02/menternak-serangga-untuk-memikat-walit/
-. Seminar Industri Walit Peserta dari Negara ASEAN di P. Kapas - Terengganu, Malaysia:
http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/03/30/nzn-niaga-berjaya-menganjurkan-seminar-walit-asia-tenggara/
Klipping Koran lokal - Kuala Terengganu mengenai Seminar Budidaya Walet, di mana saya sebagai Keynote Speaker
, saya duduk di barisan depan ke lima dari kiri.
-. Teknik Budidaya Walet : http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/04/01/penemuan-baru-teknik-membudidaya-walit/
-. Beternak Serangga di dalam Rumah Walet: http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/04/02/menternak-serangga-untuk-memikat-walit/
-. Seminar Industri Walit Peserta dari Negara ASEAN di P. Kapas - Terengganu, Malaysia:
http://www.jahaniwalit.com/index.php/2008/03/30/nzn-niaga-berjaya-menganjurkan-seminar-walit-asia-tenggara/
Klipping Koran lokal - Kuala Terengganu mengenai Seminar Budidaya Walet, di mana saya sebagai Keynote Speaker
, saya duduk di barisan depan ke lima dari kiri.Konsep Dasar yang Tepat untuk Pembuatan Rumah Walet
Konsep Dasar yang Tepat untuk Pembuatan Rumah Walet
Oleh Newsroom
Senin, 06 Agustus 2007
Namun sayangnya, pembangunan rumah walet yang kian menjamur tidak dibarengi dengan produktivitas walet yang tinggi. Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal itu terjadi. Misalnya, kekurangpahaman para pembudidaya walet dalam memperhitungkan konsep dasar pembuatan rumah walet.
Mengatasi Rumah Walet KosongPada dasarnya, memang tidak mudah memikat walet masuk ke rumah baru. Salah seorang pembudidaya walet mengakui rumah waletnya sudah lima tahun tidak berpenghuni, alias kosong dari walet. Padahal, habitat mikro rumah tersebut sudah memadai. Berbagai perlengkapan penunjangnya pun telah dioperasikan dengan baik. Setelah diteliti ternyata permasalahannya berasal dari kesalahan penempatan rekaman suara untuk memancing walet.
Salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan melakukan pemasangan tweeter di tempat yang tepat. Tweeter adalah speaker yang bekerja pada frekuensi tinggi. Umumnya, di rumah walet terdapat dua sumber suara, yakni berasal dari external sound dan internal sound. External sound biasanya ditempatkan di atas bumbung (wuwungan) dan di lubang masuk burung. Sementara itu, internal sound biasanya ditempatkan pada roving room dan nesting plank.
Untuk memanggil walet yang berada di kejauhan dapat menggunakan super external caller atau hexagonal tweeter. Hexagonal tweeter ini terdiri atas enam tweeter. Dengan demikian, suara yang keluar akan sangat keras, sehingga burung-burung walet yang sedang terbang di kejauhan dapat mendengarnya. Penggunaan hexagonal tweeter ini sangat efektif untuk memanggil hingga radius 500 m.
Sebaiknya semua tweeter menghadap ke arah lubang masuk burung. Dengan demikian, walet yang telah masuk ke dalam ruangan dapat mencari sumber suara dan menjelelajahi seluruh ruangan. Perlu diketahui pula, kesalahan dalam penataan tweeter justru akan mengakibatkan walet hanya keluar masuk tanpa menginap di ruangan atau rumah walet.
Lubang Masuk BurungLubang masuk burung memang merupakan salah satu faktor penting dalam membuat rumah walet. Karena melalui lubang masuk tersebut walet bisa mengetahui dan menempati rumahnya yang baru.
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam membuat lubang masuk walet adalah mengetahui arus terbangnya. Pasalnya, walet memiliki sifat yang unik dan khusus, yakni hidup secara berkoloni dan terbang ke satu arah yang tetap. Oleh karena itu, jika ruangan walet tidak ditata sesuai dengan arus putar atau arus terbang walet, populasinya tidak akan maksimal.
Lantas, bagaimana penempatan lubang masuk walet yang tepat? Jika rumah walet Anda berukuran lebar delapan meter dan roving area berukuran minimum 4 x 8 meter, lubang masuk burung dapat ditempatkan di tengah dengan jarak dari plafon 40 cm. Sebaiknya, jarak lubang masuk dari plafon tidak melebihi 40 cm apabila nesting plank atau tempat bersarang lebarnya hanya 20 cm. Hal ini dimaksudkan agar cahaya yang masuk melalui lubang masuk walet tidak banyak membias ke nesting plank.
Ukuran lubang masuk walet dapat disesuaikan dengan populasi walet yang ada di rumah tersebut. Untuk rumah yang baru, disarankan lubang masuknya minimum berukuran 40 x 60 cm. Lubang masuk yang paling efektif untuk memikat walet adalah menghadap ke arah jalan pulang walet.
Namun, jika di rumah walet tersebut terdapat rumah walet lainnya yang telah berhasil membudidayakan walet, sebaiknya arah lubang masuk walet dibuat meniru rumah walet sebelumnya.
Kiat mengatasi rumah walet kosong ini diungkapkan A. Hendri Mulia, SE., CMA dalam buku Strategi Jitu Memikat Walet yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Melalui buku ini, Hendri juga mengungkapkan cara membuat seluruh ruangan dihuni walet, tip memacu walet membuat sarang, dan teknik memikat walet dengan suara tiruan.
Langganan:
Postingan (Atom)
GRAND OPENING CHICKEN CRUSH VILLA MELATI MAS, SERPONG
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, pada tanggal 17 Oktober 2019 dilakukan pemberkatan tempat usaha resto Chicken Crush yang terletak di Ru...
-
HM You Ji Yan Wo now available at Plaza Bali - Soekarno Hatta International Airport (SHIA). Plaza Bali is Duty Free shop conveniently...
-
Kami informasikan kepada seluruh pelanggan setia Aroma Pemikat Walet H3NsaTu, bahwa kami hanya memproduksi Aroma Pemikat Walet ...
-
H4N1® Bio Aroma dibuat dari bahan-bahan alami dengan mengadopsi teknologi Jepang untuk menghasilkan mikroba yang dapat menghancurkan stru...
